posting WA: 24/10/2016 by rahmad
إنا لله وإن إليه راجعون
Telah meninggalkan dunia yang fana ini menuju ridho ilahi, seorang WALIYULLAH, DA'I ILALLAH, alabid assholih alhabib ALI BIN MUHAMMAD BIN SHAHAB dari kota dammun-tarim Hadramaut.
Semoga ALLAH swt membalas segala kebaikannya dengan kebahagiaan di sisi RASUL SAW.
- Pernah sekali saya berkunjung ke rumah beliau di dammun (hadramaut-yaman) pada tahun 2010, beliau selalu menyambut santri dari indonesia dengan sangat hangat dan sesekali berusaha berbahasa indonesia dengan mengatakan "saya sudah tua" :D
Walhasil saking bahagianya, saya merogoh tas saya untuk mengambil hp dengan tujuan ingin mengambil gambar beliau, & saya merasa beliau tidak akan tahu karena keadaan beliau yang TUNA NETRA. Akan tetapi dengan kasyafnya beliau menunjuk kepada saya sambil mengatakan "JANGAN KAU FOTO SAYA!!"
Tentu saya kaget bukan kepalang!!
Subhanallah! Sungguh Luar biasa, hp masih di dalam tas, niat mengambil gambar hanya terlintas di hati, beliau langsung mengetahuinya dalam hitungan sepersekian detik.
(Dan beliau baru bisa difoto jika sedang berceramah / menghadiri pengajian umum)
Saya pun memohon maaf, lalu saya minta doa kepada beliau, & beliau mengatakan "semoga engkau lekas sembuh".
Lagi2 saya dibuat heran oleh beliau, karena saat itu saya dalam keadaan sehat walafiat!
Beliaupun memerintahkan cucunya untuk mengambilkan lim (jeruk nipis), dan memberikannya kepada saya.
Setelah kami pamit, dan pulang ke DARUL MUSTHAFA saya mulai merasa tubuh sedikit meriang dan setelah satu jam saya terserang flu super berat. Hingga tidak bisa mengikuti sholat dzuhur berjamaah di musholla AHLUL KISA'.
Beberapa teman santri mulai menjenguk sambil membawa teh panas dalam termos, dan ada yang bertanya kepada saya apa obat yang biasa saya minum jika saya sedang flu berat, saya jawab "teh jeruk."
Seorang teman menjawab "ini sudah ada tehnya, tapi dimana bisa kita dapatkan jeruk nipis disini?"
Subhanallah!! Saya tadi dibawakan habib ALI bin SHAHAB 5 buah jeruk nipis!
ALLAHU AKBAR!! :'(
Beliau sudah diberitahu tahu oleh ALLAH SWT langsung bahwa saya akan sakit 2 jam yang akan datang, beliau juga tahu kalo obat favorit saya teh jeruk, bahkan beliau sudah menyiapkan jeruknya untuk saya.
Alangkah agungnya akhlak dan ilmu serta KASIH SAYANG walimu ya ALLAH.
Akhirnya saya minum teh jeruk tersebut, & ALLAH memberi sembuh kepada saya.
Diantara amalan beliau:
1- tetap berdakwah ke pelosok desa walau usia sudah lebih dari 90 tahun & dalam keadaan tuna netra.
2- diantara pesan beliau "JIKA HATIMU DITARIM MAKA ENGKAU DITARIM MESKI JASADMU DI INDONESIA, JIKA HATIMU TIDAK KAU HADIRKAN DITARIM MAKA ENGKAU TIDAK DITARIM MESKI ENGKAU WARGA TARIM.
Robbi fanfa'na bibarkatihim
آمين يا رب العالمين.
blog ini adalah rangkuman postingan grup WA untuk dibaca secara umum
Kamis, 27 Oktober 2016
Rumah Jangan sama dengan Kuburan
posting WA: 25/10/2016 by gus nashir
Hadist ke 831
عن أَبي هريرةَ رضيَ اللَّه عنهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِر ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِن الْبيْتِ الَّذي تُقْرأُ فِيهِ سُورةُ الْبقَرةِ » رواه مسلم
Dari Abu Hurairah رضيَ اللَّه عنهُ bahawasanya Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم bersabda:
"Janganlah engkau semua menjadikan rumah-rumahmu itu sebagai kuburan - yakni tidak pernah bersembahyang sunnah atau membaca al-Quran di dalamnya, sehingga sunyi-sunyi saja dari ibadat. Sesungguhnya syaitan itu lari dari rumah yang di dalamnya itu dibacakan surat al-Baqarah." (Riwayat Muslim)
ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH
Himpunan Alumni Abuya Almaliki
081938577305
Hadist ke 831
عن أَبي هريرةَ رضيَ اللَّه عنهُ أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « لا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِر ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِن الْبيْتِ الَّذي تُقْرأُ فِيهِ سُورةُ الْبقَرةِ » رواه مسلم
Dari Abu Hurairah رضيَ اللَّه عنهُ bahawasanya Rasulullah صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم bersabda:
"Janganlah engkau semua menjadikan rumah-rumahmu itu sebagai kuburan - yakni tidak pernah bersembahyang sunnah atau membaca al-Quran di dalamnya, sehingga sunyi-sunyi saja dari ibadat. Sesungguhnya syaitan itu lari dari rumah yang di dalamnya itu dibacakan surat al-Baqarah." (Riwayat Muslim)
ASH-SHOFWAH AL-MALIKIYYAH
Himpunan Alumni Abuya Almaliki
081938577305
FIRDAUS REGENCY
posting WA: 25/10/2016 by gus nashir
Ada Kavling Murah, Bebas Banjir kecuali Banjir nikmat ??? Rugi Klo tidak baca dan ayo segera DP, ajak Keluarga dan temen2nya.
PERUMAHAN EKSKLUSIVE "FIRDAUS REGENCY".
HUNIAN INDAH, NYAMAN, AMAN, DAMAI & BERKAH.
🏠🏤🏬🏡⛺
Tersedia 4 TYPE:
1. Jannatun Na'im
2. Jannatul Ma'wa
3. Jannatul Firdaus
4. Jannatun 'Adn
(Semua Type Ready Stock)
FASILITAS:
1⃣Sungai susu Salsabila
2⃣Danau indah Kautsar
3⃣Pasif income bg semua penghuni
4⃣View Tak Terbatas
5⃣Akses Masuk 8 Pintu
6⃣Taman Main Anak2 Sholeh/Shalihah
7⃣Taman Jutaan Hektar dg buah Segar, Nikmat & Siap Santap dll.
8⃣Bonus Bidadari2 yang cantik jelita
9⃣Hak milik Selama2nya (Abadi)
SYARAT Pemesanan:
👉 Taubat & Kembali kpd Jalan-Nya.
👉 Berpegang Teguh Agama-Nya.
👉 Melaksanakan Syari'at-Nya.
👉 Rejeki yang Halal & Thoyib.
DP:
👉100% Sholat Fardhu & Sunah
👉Minimal 2,5% Sisihkan harta utk Zakat
👉100% Rajin bershodaqoh.
👉100% Sempatkan waktu utk membaca Al-Quran, Mengejar Ilmu, Beramal sholeh, Silaturahim, Mendoakan ke-2 Ortu, Berdakwah & berjihad amar makruf nahi mungkar. Jauh dari maksiat juga menghindari fitnah.
Waktu sangat terbatas !
(karena dibatasi oleh KEMATIAN)
Stock Hunian Tak Terbatas !
Di jamin Bebas Roaming !
Alamat KONTAK:
Sholat Tahajud setiap malam.
Alamat CABANG:
Masjid2, Musholla, Ponpes, Majlis 'ilmu, Majlis Dzikir.
Inilah sebaik-baik tempat tinggal.
Ayo segera DP skrg juga, tidak perlu menunggu tua atau kaya atau pejabat, atau pinter.
Salam Fastabiqul Khoiroot.
Rasulallah Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikanya sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."
( HR. Al-Bukhari)8.njn
Sebarkan, mudah-mudahan jadi amal jariyah bagi kita semuanya, Alhamdulillah
Ada Kavling Murah, Bebas Banjir kecuali Banjir nikmat ??? Rugi Klo tidak baca dan ayo segera DP, ajak Keluarga dan temen2nya.
PERUMAHAN EKSKLUSIVE "FIRDAUS REGENCY".
HUNIAN INDAH, NYAMAN, AMAN, DAMAI & BERKAH.
🏠🏤🏬🏡⛺
Tersedia 4 TYPE:
1. Jannatun Na'im
2. Jannatul Ma'wa
3. Jannatul Firdaus
4. Jannatun 'Adn
(Semua Type Ready Stock)
FASILITAS:
1⃣Sungai susu Salsabila
2⃣Danau indah Kautsar
3⃣Pasif income bg semua penghuni
4⃣View Tak Terbatas
5⃣Akses Masuk 8 Pintu
6⃣Taman Main Anak2 Sholeh/Shalihah
7⃣Taman Jutaan Hektar dg buah Segar, Nikmat & Siap Santap dll.
8⃣Bonus Bidadari2 yang cantik jelita
9⃣Hak milik Selama2nya (Abadi)
SYARAT Pemesanan:
👉 Taubat & Kembali kpd Jalan-Nya.
👉 Berpegang Teguh Agama-Nya.
👉 Melaksanakan Syari'at-Nya.
👉 Rejeki yang Halal & Thoyib.
DP:
👉100% Sholat Fardhu & Sunah
👉Minimal 2,5% Sisihkan harta utk Zakat
👉100% Rajin bershodaqoh.
👉100% Sempatkan waktu utk membaca Al-Quran, Mengejar Ilmu, Beramal sholeh, Silaturahim, Mendoakan ke-2 Ortu, Berdakwah & berjihad amar makruf nahi mungkar. Jauh dari maksiat juga menghindari fitnah.
Waktu sangat terbatas !
(karena dibatasi oleh KEMATIAN)
Stock Hunian Tak Terbatas !
Di jamin Bebas Roaming !
Alamat KONTAK:
Sholat Tahajud setiap malam.
Alamat CABANG:
Masjid2, Musholla, Ponpes, Majlis 'ilmu, Majlis Dzikir.
Inilah sebaik-baik tempat tinggal.
Ayo segera DP skrg juga, tidak perlu menunggu tua atau kaya atau pejabat, atau pinter.
Salam Fastabiqul Khoiroot.
Rasulallah Shalallahu Alayhi Wasallam bersabda: "Barang siapa yang menyampaikan 1 (satu) ilmu saja dan ada orang yang mengamalkannya, maka walaupun yang menyampaikanya sudah tiada (meninggal dunia), dia akan tetap memperoleh pahala."
( HR. Al-Bukhari)8.njn
Sebarkan, mudah-mudahan jadi amal jariyah bagi kita semuanya, Alhamdulillah
Penjelasan Ketua Umum PBNU tentang Demo Ahok
posting WA: 25/10/2016 by rahmad
Penjelasan Lugas Ketua Umum PBNU, Prof. DR. KH.Said Aqil Siradj, MA tentang Demo Ahok
"Warga NU saya larang, GP Anshor saya larang, pemuda-pemuda NU, mahasiswa NU, PMII saya larang, tidak akan ada yang turun demonstrasi hari ini.
Sekarang keadaan dan isu semakin liar tak terkontrol, bukan lagi soal politik Pilgub DKI, tapi lebih besar dan rumit lagi, RADIKALISME AGAMA menemukan momentumnya.
Kaum Nahdliyin boleh pecah soal dugaan penistaan agama oleh Ahok, biarlah hukum yang menyelesaikan kasus Ahok dan lawannya itu, tetapi kita tidak boleh lengah sedikitpun dgn susupan2 kaum radikal, titipan2 isu yang membahayakan NKRI, stabilitas nasional dan toleransi antar umat beragama.
Target utama mereka bukan Ahok, terlalu kecil..! Ahok hanya entry point, target mereka hancurnya Islam moderat di Indonesia, Islam yg ramah diganti dengan Islam yang penuh kebencian seperti yang meluluh-lantakkan negara2 Timur Tengah.
Hawanya cukup terasa, semua isu keagamaan dan politik akhir2 ini rawan sekali ditunggangi. Jangan mudah termakan isu apalagi mudah marah sesama Muslim.
Mari saling mengingatkan utk sesama, meski resiko dibully. Jangan sedikitpun takut dibenci, takutlah melihat saudara2 kita yg awalnya ramah semakin mudah membenci..."
Penjelasan Lugas Ketua Umum PBNU, Prof. DR. KH.Said Aqil Siradj, MA tentang Demo Ahok
"Warga NU saya larang, GP Anshor saya larang, pemuda-pemuda NU, mahasiswa NU, PMII saya larang, tidak akan ada yang turun demonstrasi hari ini.
Sekarang keadaan dan isu semakin liar tak terkontrol, bukan lagi soal politik Pilgub DKI, tapi lebih besar dan rumit lagi, RADIKALISME AGAMA menemukan momentumnya.
Kaum Nahdliyin boleh pecah soal dugaan penistaan agama oleh Ahok, biarlah hukum yang menyelesaikan kasus Ahok dan lawannya itu, tetapi kita tidak boleh lengah sedikitpun dgn susupan2 kaum radikal, titipan2 isu yang membahayakan NKRI, stabilitas nasional dan toleransi antar umat beragama.
Target utama mereka bukan Ahok, terlalu kecil..! Ahok hanya entry point, target mereka hancurnya Islam moderat di Indonesia, Islam yg ramah diganti dengan Islam yang penuh kebencian seperti yang meluluh-lantakkan negara2 Timur Tengah.
Hawanya cukup terasa, semua isu keagamaan dan politik akhir2 ini rawan sekali ditunggangi. Jangan mudah termakan isu apalagi mudah marah sesama Muslim.
Mari saling mengingatkan utk sesama, meski resiko dibully. Jangan sedikitpun takut dibenci, takutlah melihat saudara2 kita yg awalnya ramah semakin mudah membenci..."
ISTRI ITU IBARAT NASI, SEDANGKAN BIDADARI SURGA IBARAT SNACK
posting WA: 25/10/2016 by radian
KH. MAIMOEN ZUBAIR: ISTRI ITU IBARAT NASI, SEDANGKAN BIDADARI SURGA IBARAT SNACK
Al Habib Husain Al Aydarus Pethekan Semarang sampai berumur 60 tahunan, beliau masih sendiri, belum menikah. Sampai kemudian pada sekitaran tahun 1985, beliau menghadiri undangan 'Aqdun Nikah di rumah KH. Muhajir Madad Salim, di Demak Jawa Tengah.
Saat itu keluarga Kyai Muhajir sedang menikahkan kakak tertuanya. Mbah Kyai Maimun Zubair Sarang yang masih kerabat dekat mempelai perempuan kemudian berpidato memberi mauidhoh hasanah. Diantara petuah beliau :
“Sepasang pengantin itu, kalau sudah di dudukkan berdampingan begini, jangan dikira cuma dilihat banyak orang di alam dunia saja.
Sepasang pengantin nanti di akhirat juga akan di dudukkan berdampingan, bersama-sama masuk kedalam surga.
UDKHULUL JANNATA ANTUM WA AZWAJUKUM TUHBARUN
Jadi dengan demikian hanya ISTRI YANG DARI ALAM DUNIA saja yang bisa mendampinginya duduk di Bangsal Kencananya di surga. Sedangkan bidadari, mereka tidak.
Istri itu ibarat makanan pokok. Sedangkan bidadari cuma snack. Kalau dia butuh bidadari, maka bidadari baru dapat melayani. Jika tidak butuh maka bidadari tidak bisa dekat-dekat dengannya .
Jadi, orang-orang yang meninggal dunia sampai belum sempat menikah, maka keadaan mereka tidak sama dengan yang sudah menikah.
Istri itu ibarat nasi, sedangkan bidadari itu ibarat jajanan-jajanan (snack). Kamu kok sama sekali tidak makan nasi, hanya makan jajanan-jajanan saja, maka tidak bisa kenyang. Perut malah bisa KEMBUNG …!! “
Mendengar petuah Mbah Moen itu, sepulangnya dari resepsi, Habib Husain langsung menikah. Menikah dalam usia setua itu, karena takut nanti di surga dirinya malah cuma dapat KEMBUNG nya saja, seperti dawuhnya Mbah Moen!!! 😂😂😂
Kurang dari dua tahun, Habib Husain kemudian wafat dalam keadaan sempurna. Tidak bakalan sakit kembung di surganya.
Mumpung masih ada kesempatan, yang belum menikah segeralah menikah. Niat mencari pasangan dunia akhirat. Soal dapat bidadari-bidadari, itu adalah bonusnya.
Takutnya, keburu meninggal dunia, belum sempat berkeluarga. Maka akan jadi seperti orang yang cuma dapat bonusnya saja, sedangkan hadiah utamanya tidak. 😊
🌷 Diedit dari Kumpulan Nasehat KH. Muhajir Madad Salim 🌷
Sumber : Dakwah Aswaja
KH. MAIMOEN ZUBAIR: ISTRI ITU IBARAT NASI, SEDANGKAN BIDADARI SURGA IBARAT SNACK
Al Habib Husain Al Aydarus Pethekan Semarang sampai berumur 60 tahunan, beliau masih sendiri, belum menikah. Sampai kemudian pada sekitaran tahun 1985, beliau menghadiri undangan 'Aqdun Nikah di rumah KH. Muhajir Madad Salim, di Demak Jawa Tengah.
Saat itu keluarga Kyai Muhajir sedang menikahkan kakak tertuanya. Mbah Kyai Maimun Zubair Sarang yang masih kerabat dekat mempelai perempuan kemudian berpidato memberi mauidhoh hasanah. Diantara petuah beliau :
“Sepasang pengantin itu, kalau sudah di dudukkan berdampingan begini, jangan dikira cuma dilihat banyak orang di alam dunia saja.
Sepasang pengantin nanti di akhirat juga akan di dudukkan berdampingan, bersama-sama masuk kedalam surga.
UDKHULUL JANNATA ANTUM WA AZWAJUKUM TUHBARUN
Jadi dengan demikian hanya ISTRI YANG DARI ALAM DUNIA saja yang bisa mendampinginya duduk di Bangsal Kencananya di surga. Sedangkan bidadari, mereka tidak.
Istri itu ibarat makanan pokok. Sedangkan bidadari cuma snack. Kalau dia butuh bidadari, maka bidadari baru dapat melayani. Jika tidak butuh maka bidadari tidak bisa dekat-dekat dengannya .
Jadi, orang-orang yang meninggal dunia sampai belum sempat menikah, maka keadaan mereka tidak sama dengan yang sudah menikah.
Istri itu ibarat nasi, sedangkan bidadari itu ibarat jajanan-jajanan (snack). Kamu kok sama sekali tidak makan nasi, hanya makan jajanan-jajanan saja, maka tidak bisa kenyang. Perut malah bisa KEMBUNG …!! “
Mendengar petuah Mbah Moen itu, sepulangnya dari resepsi, Habib Husain langsung menikah. Menikah dalam usia setua itu, karena takut nanti di surga dirinya malah cuma dapat KEMBUNG nya saja, seperti dawuhnya Mbah Moen!!! 😂😂😂
Kurang dari dua tahun, Habib Husain kemudian wafat dalam keadaan sempurna. Tidak bakalan sakit kembung di surganya.
Mumpung masih ada kesempatan, yang belum menikah segeralah menikah. Niat mencari pasangan dunia akhirat. Soal dapat bidadari-bidadari, itu adalah bonusnya.
Takutnya, keburu meninggal dunia, belum sempat berkeluarga. Maka akan jadi seperti orang yang cuma dapat bonusnya saja, sedangkan hadiah utamanya tidak. 😊
🌷 Diedit dari Kumpulan Nasehat KH. Muhajir Madad Salim 🌷
Sumber : Dakwah Aswaja
Pemberitahuan Dari Habib Nabil
posting WA: 25/10/2016 by rahmad
ASSALAMMU'ALAIKUM WR.WB..
Dari Habibana Nabiel Almusawa
SERUAN KELUHURAN
BAGI SELURUH JAMAAH
MAJELIS RASULULLAAH SAW
DAN PARA PENCINTA SAYYIDINA MUHAMMAD SAW
--------
Anak2 ku jama'ah Majelis RasuluLLAAH SAW, saudara2 serta sahabat2 para pencinta Nabi Muhammad SAW yang kucintai..
Panggilan suci & luhur kembali telah memanggil kita, panggilan yg bergema ke seluruh pelosok Nusantara, yaitu HAUL SYAIKH ABUBAKAR BIN SALIM MAULA 'INAD dan TABLIGH AKBAR MUHARRAM Majelis RasuluLLAAH SAW..
Acara yg tidak pernah kita tinggalkan dan tidak pernah juga ditinggalkan oleh almaghfurlah Habibana Munzyr Al Musawa dan juga sebagaimana setiap tahunnya akan dihadiri langsung oleh GURU MULIA TERCINTA YAITU HABIBANA UMAR BIN MUHAMMAD BIN SALIM BIN HAFIZH matta'anaLLAAHu thula hayatih..
Yg Insya ALLAAH akan diadakan pada :
1. Haul Syekh Abubakar bin Salim
Hari : AHAD
Tgl : 30-Oktober-2016
Jam : 07.00 s/d selesai
Tempat : Gedung Dala'il Khairat, Cidodol
Kebayoran Baru, Jaksel
2. Tabligh Akbar Majelis RasuluLLAAH SAW
Hari : SENIN (Jalasah Itsnayn)
Tgl : 31-Oktober-2106
Jam : 20.00 WIB s/d selesai
Tempat : Mesjid Raya ISTIQLAL
Jakarta Pusat
Maka dg ini kami mengundang antum semua, para pasukan batalyon Ahlul Badr 313 untuk kembali bergerak dan membanjiri masjid Istiqlal Jakarta Pusat..
Ingat janji kita kepada Habibana Munzyr untuk menjadikan Jakarta menjadi kota Sayyidina Muhammad SAW, kibarkan bendera majelis ini walau tanpa tiang..
Ayo kita buat Sayyidina Muhammad SAW dan Habibana Munzyr tersenyum melihat kegigihan antum semua memperjuangkan tegaknya bendera Majelis, Kibarkanlah ia walau tanpa tiang..
Berangkatlah dari berbagai pelosok, betapa jauh pun tempatmu, betapa sibuk pun acara mu, betapa berat pun kondisimu..
Untuk berdzikir kepada ALLAAH SWT bersama2 ratusan ribu jama'ah Majelis RasuluLLAAH SAW, di tempat yg mulia, pada hari yang mulia, di bulan yg mulia dan bersama orang2 yg mulia..
انفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
"Berangkatlah kalian (untuk berjihad di jalan ALLAAH SWT) baik merasa ringan ataupun berat, dan berjihadlah kalian di jalan ALLAAH SWT, yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuinya." (QS At Taubah, 9:41)
Semoga ALLAAH SWT memilih kita untuk hadir di acara penuh barakah, di bulan penuh barakah, bersama para ulama yg penuh barakah dan untuk acara yg juga amat penuh barakah..
Aamiin ya RABB..
ASSALAMMU'ALAIKUM WR.WB..
Dari Habibana Nabiel Almusawa
SERUAN KELUHURAN
BAGI SELURUH JAMAAH
MAJELIS RASULULLAAH SAW
DAN PARA PENCINTA SAYYIDINA MUHAMMAD SAW
--------
Anak2 ku jama'ah Majelis RasuluLLAAH SAW, saudara2 serta sahabat2 para pencinta Nabi Muhammad SAW yang kucintai..
Panggilan suci & luhur kembali telah memanggil kita, panggilan yg bergema ke seluruh pelosok Nusantara, yaitu HAUL SYAIKH ABUBAKAR BIN SALIM MAULA 'INAD dan TABLIGH AKBAR MUHARRAM Majelis RasuluLLAAH SAW..
Acara yg tidak pernah kita tinggalkan dan tidak pernah juga ditinggalkan oleh almaghfurlah Habibana Munzyr Al Musawa dan juga sebagaimana setiap tahunnya akan dihadiri langsung oleh GURU MULIA TERCINTA YAITU HABIBANA UMAR BIN MUHAMMAD BIN SALIM BIN HAFIZH matta'anaLLAAHu thula hayatih..
Yg Insya ALLAAH akan diadakan pada :
1. Haul Syekh Abubakar bin Salim
Hari : AHAD
Tgl : 30-Oktober-2016
Jam : 07.00 s/d selesai
Tempat : Gedung Dala'il Khairat, Cidodol
Kebayoran Baru, Jaksel
2. Tabligh Akbar Majelis RasuluLLAAH SAW
Hari : SENIN (Jalasah Itsnayn)
Tgl : 31-Oktober-2106
Jam : 20.00 WIB s/d selesai
Tempat : Mesjid Raya ISTIQLAL
Jakarta Pusat
Maka dg ini kami mengundang antum semua, para pasukan batalyon Ahlul Badr 313 untuk kembali bergerak dan membanjiri masjid Istiqlal Jakarta Pusat..
Ingat janji kita kepada Habibana Munzyr untuk menjadikan Jakarta menjadi kota Sayyidina Muhammad SAW, kibarkan bendera majelis ini walau tanpa tiang..
Ayo kita buat Sayyidina Muhammad SAW dan Habibana Munzyr tersenyum melihat kegigihan antum semua memperjuangkan tegaknya bendera Majelis, Kibarkanlah ia walau tanpa tiang..
Berangkatlah dari berbagai pelosok, betapa jauh pun tempatmu, betapa sibuk pun acara mu, betapa berat pun kondisimu..
Untuk berdzikir kepada ALLAAH SWT bersama2 ratusan ribu jama'ah Majelis RasuluLLAAH SAW, di tempat yg mulia, pada hari yang mulia, di bulan yg mulia dan bersama orang2 yg mulia..
انفِرُوا خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَاهِدُوا بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
"Berangkatlah kalian (untuk berjihad di jalan ALLAAH SWT) baik merasa ringan ataupun berat, dan berjihadlah kalian di jalan ALLAAH SWT, yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahuinya." (QS At Taubah, 9:41)
Semoga ALLAAH SWT memilih kita untuk hadir di acara penuh barakah, di bulan penuh barakah, bersama para ulama yg penuh barakah dan untuk acara yg juga amat penuh barakah..
Aamiin ya RABB..
Pengelolaan masjid terbaik saat ini
posting WA: 26/10/2016 by radian
inspirasi malam
Pengelolaan masjid terbaik saat ini (mungkin) adalah di masjid Jogokaryan Djokdja.
Saldo kas hampir selalu 0 (nol) karena digunakan untuk pembiayaan kegiatan umat... Hal ini mendorong jamaah untuk bersodakoh...
Manajemen masjid ini bisa dicontoh..
Artikelnya agak panjang....
Selamat menikmati...
👇🏿👇🏿👇🏿
Mengintip Uniknya Kegiatan Masjid Jogokariyan - Yogyakarta Jun 8, 2016
BataraNews.com – Masjid Jogokariyan terletak di tengah-tengah kampung Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta. Masjid ini menjadi tempat inspirasi bagi 4 RW yang ada disekitarnya.
Namun kini, masjid ini sering menjadi rujukan bagi masjid-masjid lainnya dalam hal manajemennya yang unik dan patut dicontoh bagi masjid-masjid lainnya.
Apa keunikannya, yuk kita simak berikut ini dari rangkuman Ustadz Salim. A. Fillah.
1. Memilik Data Base Warga
Setiap tahun masjid Jogokariyan memiliki program Sensus Masjid yang bertujuan untuk mendata jamaahnya dan sebagai informasi awal kegiatan.
Data Base dan Peta Da’wah Masjid Jogokariyan Yogyakarta tak hanya mencakup : Nama KK dan warga, Pendapatan, Pendidikan dan lain-lain, tetapi juga sampai kepada :
– Siapa saja yang sholat & yang belum sholat.
– Yang sholat di Masjid & yang belum sholat di Masjid.
– Yang sudah berzakat atau yg belum.
– Yang sudah ber-qurban atau yg belum ber-qurban.
– Yang aktif mengikuti kegiatan masjid atau yang belum.
– Yang berkemampuan di bidang apa dan bekerja di mana.
Dari Data Base diatas kita bisa tahub Bahwa dari 1030 KK (4000-an penduduk sekitar masjid) yg belum sholat tahun 2010 ada 17 orang Lalu bila dibandingkan dengan data tahun 2000 yang belum sholat 127 orang.
Dari sinilah perkembangan Da’wah selama 10 tahun terlihat.
Data jamaah juga digunakan tuk Gerakan shubuh Berjamaah.
Pada tahun 2004 dibuat Undangan Cetak layaknya Undangan Pernikahan tuk Gerakan Shubuh…
By name…
UNDANGAN :
Mengharap kehadiran
Bapak/Ibu/Saudara…
dalam acara Sholat Shubuh Berjamaah, besok pukul 04.15 WIB
di Masjid Jogokariyan.
Undangan itu dilengkapi hadis-hadis keutamaan Sholat Shubuh… hasilnya…??
Silahkan mampir ke Masjid Jogokariyan untuk merasakan Jamaah Shubuh yang hampir seperti Jamaah Sholat Jum’at.
2. Sistem Pendanaan Masjid
Masjid Jogokariyan juga berkomitmen tidak membuat unit Usaha agar tidak menyakiti jamaah yang juga memiliki bisnis serupa. ini harus dijaga, misalnya, tiap pekan Masjid Jogokariyan biasa menerima ratusan tamu, sehingga konsumsi untuk tamu diorderkan bergilir pada jamaah yang punya rumah makan.
Sistem keuangan Masjid Jogokariyan juga berbeda dari yg lain.
Jika ada Masjid mengumumkan dengan bangga bahwa saldo infaknya jutaan, maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumumaan saldo-infak harus sama dengan NOL Rupiah !
Infak itu ditunggu pahalanya tuk jadi amal sholih, bukan untuk disimpan di rekening Bank.
Sebab pengumuman infak jutaan akan sangat menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah Sakit sebab tak punya biaya atau tak bisa sekolah.
Masjid yang menyakiti Jamaah ialah tragedi da’wah…
Sehigga dengan pengumuman saldo infak sama dengan NOL Rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya. Pun kalau saldo Masjid masih jutaan yaa maaf kalau malah membuat infak jamaahnya nggak semangat.
Masjid Jogokariyan pada tahun 2005 juga meng-inisiasi Gerakan Jamaah Mandiri yaitu : Jumlah biaya setahun dihitung dibagi 52…
ketemu biaya pekanan…
dibagi lagi dgn kapasitas masjid…
lalu ketemu biaya per-tempat sholat… Setelah itu disosialisasikan…
Kemudian Jamaah diberitahu bahwa jika dalam sepekan mereka ber-infak dengan jumlah “segitu” maka dia katagori Jamaah Mandiri…
Adapun jika berinfak lebih, maka dia termasuk Jamaah Pensubsidi…
Tetapi…
Jika dia tidak ber-infak atau berinfak kurang maka dia termasuk Jamaah di Subsidi…
Kemudian sosialisasi ditutup dengan kalimat :
”Doakan kami tetap mampu melayani ibadah anda sebaik-baiknya…”
Gerakan Jamaah Mandiri_ Alhamdulillah sukses menaikkan infak pekanan Masjid Jogokariyan hingga 400%..
Toh ternyata orang malu jika ia beribadah tapi disubsidi…
3. Sarana dan Prasarana Masjid
Wifi di Masjid Jogokariyan sudah dari tahun 2004 dan itu “gratis-tis”, sehingga Jamaah baik dari anak-anak maupun dewasa tdk perlu repot-repot ke WarNet yg sangat memungkinkan mereka untuk membuka situs yang bukan-bukan.
Kami juga menyediakan ruang olahraga atau bermain yang terdapat alat olahraga seperti tenis meja dan lain-lain, sehingga anak-anak atau remaja atau pemuda yang ingin bermain atau berolahraga di Jogokariyan bisa kerasan atau betah. Daripada “mereka” main atau ber-olahraga diluar masjid yang biasanya waktu mereka saat itu bertabrakan dengan waktu sholat.
4. Unik Lainnya yang ada di Masjid Jogokariyan
Tiap kali renovasi Masjid. Takmir Masjid berupaya tak membebani jamaah dengan Proposal sebab Takmir hanya pasang spanduk : “Mohon maaf ibadah Anda terganggu, Masjid Jogokariyan sedang kami renovasi.” Nomor rekening tertera di bawahnya.
Sejak tahun 2005 Masjid Jogokariyan sudah menjalankan program Universal Conference Insurance dimana seluruh Jamaah Masjid bisa berobat di Rumah Sakit atau klinik manapun secara Gratis-tis dengan membawa Kartu Sehat Masjid Jogokariyan.
Dan kami juga biasa memberi hibah Umrah bagi jamaah yang betul-betul rutin Jamaah Sholat Shubuh di Masjid Jogokariyan.
Satu kisah lagi untuk menunjukkan pentingnya data dan dokumentasi yakni Masjid Jogokariyan punya foto pembangunannya di tahun 1967, gambarnya seorang Bapak sepuh berpeci hitam, berbaju batik, dan sarungan sedang mengawasi para tukang pengaduk semen untuk Masjid Jogokariyan.
Di tahun 2002/2003 Masjid Jogokariyan direnovasi besar-besaran kemudian foto itu dibawa kepada putra si kakek dalam gambar tersebut. Putranya seorang juragan kayu.
Kami katakan pada Putra kakek yang ada di foto tadi :
“Ini gambar Ayahanda Bapak ketika membangun Masjid Jogokariyan, kini Masjid sudah tak mampu lagi menampung Jamaah, sehingga kami bermaksud merenovasi masjid, Jika berkenan tuk melanjutkan amal jariyah Ayahanda Bapak, kami tunggu partisipasi bapak di Jogokariyan.
Alhamdulillah…
foto tua tahun 1967 itu membuat yang bersangkutan nyumbang 1 Miliar Rupiah dan mau menjadi Ketua Tim Pembangunan Masjid Jogokariyan sampai sekarang…Ajib…!!
Foto tua yg telah dibingkai indah itu ternyata “seharga” 1 Miliar.
Semangat malam...barakallahu fiikum
inspirasi malam
Pengelolaan masjid terbaik saat ini (mungkin) adalah di masjid Jogokaryan Djokdja.
Saldo kas hampir selalu 0 (nol) karena digunakan untuk pembiayaan kegiatan umat... Hal ini mendorong jamaah untuk bersodakoh...
Manajemen masjid ini bisa dicontoh..
Artikelnya agak panjang....
Selamat menikmati...
👇🏿👇🏿👇🏿
Mengintip Uniknya Kegiatan Masjid Jogokariyan - Yogyakarta Jun 8, 2016
BataraNews.com – Masjid Jogokariyan terletak di tengah-tengah kampung Jogokariyan, Mantrijeron, Yogyakarta. Masjid ini menjadi tempat inspirasi bagi 4 RW yang ada disekitarnya.
Namun kini, masjid ini sering menjadi rujukan bagi masjid-masjid lainnya dalam hal manajemennya yang unik dan patut dicontoh bagi masjid-masjid lainnya.
Apa keunikannya, yuk kita simak berikut ini dari rangkuman Ustadz Salim. A. Fillah.
1. Memilik Data Base Warga
Setiap tahun masjid Jogokariyan memiliki program Sensus Masjid yang bertujuan untuk mendata jamaahnya dan sebagai informasi awal kegiatan.
Data Base dan Peta Da’wah Masjid Jogokariyan Yogyakarta tak hanya mencakup : Nama KK dan warga, Pendapatan, Pendidikan dan lain-lain, tetapi juga sampai kepada :
– Siapa saja yang sholat & yang belum sholat.
– Yang sholat di Masjid & yang belum sholat di Masjid.
– Yang sudah berzakat atau yg belum.
– Yang sudah ber-qurban atau yg belum ber-qurban.
– Yang aktif mengikuti kegiatan masjid atau yang belum.
– Yang berkemampuan di bidang apa dan bekerja di mana.
Dari Data Base diatas kita bisa tahub Bahwa dari 1030 KK (4000-an penduduk sekitar masjid) yg belum sholat tahun 2010 ada 17 orang Lalu bila dibandingkan dengan data tahun 2000 yang belum sholat 127 orang.
Dari sinilah perkembangan Da’wah selama 10 tahun terlihat.
Data jamaah juga digunakan tuk Gerakan shubuh Berjamaah.
Pada tahun 2004 dibuat Undangan Cetak layaknya Undangan Pernikahan tuk Gerakan Shubuh…
By name…
UNDANGAN :
Mengharap kehadiran
Bapak/Ibu/Saudara…
dalam acara Sholat Shubuh Berjamaah, besok pukul 04.15 WIB
di Masjid Jogokariyan.
Undangan itu dilengkapi hadis-hadis keutamaan Sholat Shubuh… hasilnya…??
Silahkan mampir ke Masjid Jogokariyan untuk merasakan Jamaah Shubuh yang hampir seperti Jamaah Sholat Jum’at.
2. Sistem Pendanaan Masjid
Masjid Jogokariyan juga berkomitmen tidak membuat unit Usaha agar tidak menyakiti jamaah yang juga memiliki bisnis serupa. ini harus dijaga, misalnya, tiap pekan Masjid Jogokariyan biasa menerima ratusan tamu, sehingga konsumsi untuk tamu diorderkan bergilir pada jamaah yang punya rumah makan.
Sistem keuangan Masjid Jogokariyan juga berbeda dari yg lain.
Jika ada Masjid mengumumkan dengan bangga bahwa saldo infaknya jutaan, maka Masjid Jogokariyan selalu berupaya keras agar di tiap pengumumaan saldo-infak harus sama dengan NOL Rupiah !
Infak itu ditunggu pahalanya tuk jadi amal sholih, bukan untuk disimpan di rekening Bank.
Sebab pengumuman infak jutaan akan sangat menyakitkan jika tetangga Masjid ada yang tak bisa ke Rumah Sakit sebab tak punya biaya atau tak bisa sekolah.
Masjid yang menyakiti Jamaah ialah tragedi da’wah…
Sehigga dengan pengumuman saldo infak sama dengan NOL Rupiah, maka jamaah lebih bersemangat mengamanahkan hartanya. Pun kalau saldo Masjid masih jutaan yaa maaf kalau malah membuat infak jamaahnya nggak semangat.
Masjid Jogokariyan pada tahun 2005 juga meng-inisiasi Gerakan Jamaah Mandiri yaitu : Jumlah biaya setahun dihitung dibagi 52…
ketemu biaya pekanan…
dibagi lagi dgn kapasitas masjid…
lalu ketemu biaya per-tempat sholat… Setelah itu disosialisasikan…
Kemudian Jamaah diberitahu bahwa jika dalam sepekan mereka ber-infak dengan jumlah “segitu” maka dia katagori Jamaah Mandiri…
Adapun jika berinfak lebih, maka dia termasuk Jamaah Pensubsidi…
Tetapi…
Jika dia tidak ber-infak atau berinfak kurang maka dia termasuk Jamaah di Subsidi…
Kemudian sosialisasi ditutup dengan kalimat :
”Doakan kami tetap mampu melayani ibadah anda sebaik-baiknya…”
Gerakan Jamaah Mandiri_ Alhamdulillah sukses menaikkan infak pekanan Masjid Jogokariyan hingga 400%..
Toh ternyata orang malu jika ia beribadah tapi disubsidi…
3. Sarana dan Prasarana Masjid
Wifi di Masjid Jogokariyan sudah dari tahun 2004 dan itu “gratis-tis”, sehingga Jamaah baik dari anak-anak maupun dewasa tdk perlu repot-repot ke WarNet yg sangat memungkinkan mereka untuk membuka situs yang bukan-bukan.
Kami juga menyediakan ruang olahraga atau bermain yang terdapat alat olahraga seperti tenis meja dan lain-lain, sehingga anak-anak atau remaja atau pemuda yang ingin bermain atau berolahraga di Jogokariyan bisa kerasan atau betah. Daripada “mereka” main atau ber-olahraga diluar masjid yang biasanya waktu mereka saat itu bertabrakan dengan waktu sholat.
4. Unik Lainnya yang ada di Masjid Jogokariyan
Tiap kali renovasi Masjid. Takmir Masjid berupaya tak membebani jamaah dengan Proposal sebab Takmir hanya pasang spanduk : “Mohon maaf ibadah Anda terganggu, Masjid Jogokariyan sedang kami renovasi.” Nomor rekening tertera di bawahnya.
Sejak tahun 2005 Masjid Jogokariyan sudah menjalankan program Universal Conference Insurance dimana seluruh Jamaah Masjid bisa berobat di Rumah Sakit atau klinik manapun secara Gratis-tis dengan membawa Kartu Sehat Masjid Jogokariyan.
Dan kami juga biasa memberi hibah Umrah bagi jamaah yang betul-betul rutin Jamaah Sholat Shubuh di Masjid Jogokariyan.
Satu kisah lagi untuk menunjukkan pentingnya data dan dokumentasi yakni Masjid Jogokariyan punya foto pembangunannya di tahun 1967, gambarnya seorang Bapak sepuh berpeci hitam, berbaju batik, dan sarungan sedang mengawasi para tukang pengaduk semen untuk Masjid Jogokariyan.
Di tahun 2002/2003 Masjid Jogokariyan direnovasi besar-besaran kemudian foto itu dibawa kepada putra si kakek dalam gambar tersebut. Putranya seorang juragan kayu.
Kami katakan pada Putra kakek yang ada di foto tadi :
“Ini gambar Ayahanda Bapak ketika membangun Masjid Jogokariyan, kini Masjid sudah tak mampu lagi menampung Jamaah, sehingga kami bermaksud merenovasi masjid, Jika berkenan tuk melanjutkan amal jariyah Ayahanda Bapak, kami tunggu partisipasi bapak di Jogokariyan.
Alhamdulillah…
foto tua tahun 1967 itu membuat yang bersangkutan nyumbang 1 Miliar Rupiah dan mau menjadi Ketua Tim Pembangunan Masjid Jogokariyan sampai sekarang…Ajib…!!
Foto tua yg telah dibingkai indah itu ternyata “seharga” 1 Miliar.
Semangat malam...barakallahu fiikum
Bertemu Walisongo di Candi Prambanan dan Borobudur
posting WA: 25/10/2016 by rahmad
NASEHAT GUS DUR....
Bertemu Walisongo di Candi Prambanan dan Borobudur*)
Jika memakai ilmu perbandingan, bisa dibilang Candi Prambanan dan Candi Borobudur sebanding dengan Masjidil Haram. Hal itulah yang membuat saya makin kagum pada Walisongo.
Maksudnya begini, kalau ada "Masjidil Haram", berarti logikanya ada puluhan "masjid agung" kan? Kalau ada tempat ibadah Hindu-Buddha selevel "Masjidil Haram", berarti bukan tidak mungkin Indonesia zaman dahulu sudah dipenuhi ribuan "mushola" umat Hindu-Buddha.
Orang tidak mungkin bisa membuat sesuatu berskala besar tanpa bisa membuat sesuatu yang berskala kecil-kecil dulu.
Tentu kita jadi bisa membayangkan kalau umat beragama Hindu dan Buddha zaman dahulu adalah golongan mayoritas. Kalau umat beragama Hindu dan Buddha zaman dahulu sangat mendominasi, bagaimana bisa Walisongo membalik kondisi tersebut?
Kalau Anda belajar sejarah, Anda pasti makin heran dengan Walisongo. Silakan Anda baca dengan teliti isi buku Atlas Walisongo karya sejarawan Agus Sunyoto.
Menurut catatan Dinasti Tang China, pada waktu itu (abad ke-6 M), jumlah orang Islam di nusantara (Indonesia) hanya kisaran ribuan orang. Dengan klasifikasi yang beragama Islam hanya orang Arab, Persia, dan China. Para penduduk pribumi tidak ada yang mau memeluk agama Islam.
Bukti sejarah kedua, catatan Marco Polo singgah ke Indonesia pada tahun 1200-an M. Dalam catatannya, komposisi umat beragama di nusantara masih sama persis dengan catatan Dinasti Tang; penduduk lokal nusantara tetap tidak ada yang memeluk agama Islam.
Bukti sejarah ketiga, dalam catatan Laksamana Cheng Ho pada tahun 1433 M, tetap tercatat hanya orang asing yang memeluk agama Islam. Jadi, kalau kita kalkulasi ketiga catatan tersebut, sudah lebih dari 8 abad agama Islam tidak diterima penduduk pribumi. Agama Islam hanya dipeluk oleh orang asing.
Selang beberapa tahun setelah kedatangan Laksamana Cheng Ho, rombongan Sunan Ampel datang dari daerah Champa (Vietnam).
Beberapa dekade sejak hari kedatangan Sunan Ampel, terutamanya setelah dua anaknya tumbuh dewasa (Sunan Bonang dan Sunan Drajat) dan beberapa muridnya juga sudah tumbuh dewasa (misalnya Sunan Giri), maka dibentuklah suatu dewan yang bernama Walisongo. Misi utamanya adalah mengenalkan agama Islam ke penduduk pribumi.
Anehnya, sekali lagi anehnya, pada dua catatan para penjelajah dari Benua Eropa yang ditulis pada tahun 1515 M dan 1522 M, disebutkan bahwa bangsa nusantara adalah sebuah bangsa yang mayoritas memeluk agama Islam.
Para sejarawan dunia hingga kini masih bingung, kenapa dalam tempo tak sampai 50 tahun, Walisongo berhasil mengislamkan banyak sekali manusia nusantara.
Harap diingat zaman dahulu belum ada pesawat terbang dan telepon genggam. Jalanan kala itu pun tidak ada yang diaspal, apalagi ada motor atau mobil. Dari segi ruang maupun dari segi waktu, derajat kesukarannya luar biasa berat. Tantangan dakwah Walisongo luar biasa berat.
Para sejarawan dunia angkat tangan saat disuruh menerangkan bagaimana bisa Walisongo melakukan mission impossible: Membalikkan keadaan dalam waktu kurang dari 50 tahun, padahal sudah terbukti 800 tahun lebih bangsa nusantara selalu menolak agama Islam.
Para sejarawan dunia akhirnya bersepakat bahwa cara pendekatan dakwah melalui kebudayaanlah yang membuat Walisongo sukses besar.
Menurut saya pribadi, jawaban para sejarawan dunia memang betul, tapi masih kurang lengkap. Menurut saya pribadi, yang tentu masih bisa salah, pendekatan dakwah dengan kebudayaan cuma "bungkusnya", yang benar-benar bikin beda adalah "isi" dakwah Walisongo.
Walisongo menyebarkan agama Islam meniru persis "bungkus" dan "isi" yang dahulu dilakukan Rasulullah SAW. Benar-benar menjiplak mutlak metode dakwahnya kanjeng nabi. Pasalnya, kondisinya hampir serupa, Walisongo kala itu ibaratnya "satu-satunya".
Dahulu Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya orang yang berada di jalan yang benar. Istrinya sendiri, sahabat Abu Bakar r.a., sahabat Umar r.a., sahabat Utsman r.a., calon mantunya Ali r.a., dan semua orang di muka Bumi waktu itu tersesat semua. Kanjeng nabi benar-benar the only one yang tidak sesat.
Tetapi, berkat ruh dakwah yang penuh kasih sayang, banyak orang akhirnya mau mengikuti agama baru yang dibawa kanjeng nabi. Dengan dilandasi perasaan yang tulus, Nabi Muhammad SAW amat sangat sabar menerangi orang-orang yang tersesat.
Meski kepala beliau dilumuri kotoran, meski wajah beliau diludahi, bahkan berkali-kali hendak dibunuh, kanjeng nabi selalu tersenyum memaafkan. Walisongo pun mencontoh akhlak kanjeng nabi sama persis. Walisongo berdakwah dengan penuh kasih sayang.
Pernah suatu hari ada penduduk desa bertanya hukumnya menaruh sesajen di suatu sudut rumah. Tanpa terkesan menggurui dan menunjukkan kesalahan, sunan tersebut berkata, "Boleh, malah sebaiknya jumlahnya 20 piring, tapi dimakan bersama para tetangga terdekat ya."
Pernah juga ada murid salah satu anggota Walisongo yang ragu pada konsep tauhid bertanya, "Tuhan kok jumlahnya satu? Apa nanti tidak kerepotan dan ada yang terlewat tidak diurus?"
Sunan yang ditanyai hal tersebut hanya tersenyum sejuk mendengarnya. Justru beliau minta ditemani murid tersebut menonton pagelaran wayang kulit.
Singkat cerita, sunan tersebut berkata pada muridnya, "Bagus ya cerita wayangnya..." Si murid pun menjawab penuh semangat tentang keseruan lakon wayang malam itu. "Oh iya, bagaimana menurutmu kalau dalangnya ada dua atau empat orang?" tanya sunan tersebut. Si murid langsung menjawab, "Justru lakon wayangnya bisa bubar. Dalang satu ambil wayang ini, dalang lain ambil wayang yang lain, bisa-bisa tabrakan."
Sang guru hanya tersenyum dan mengangguk-angguk mendengar jawaban polos tersebut. Seketika itu pula si murid beristighfar dan mengaku sudah paham konsep tauhid. Begitulah "isi" dakwah Walisongo; menjaga perasaan orang lain.
Pernah suatu hari ada salah satu anggota lain dari Walisongo mengumpulkan masyarakat. Sunan tersebut dengan sangat bijaksana menghimbau para muridnya untuk tidak menyembelih hewan sapi saat Idul Adha. Walaupun syariat Islam jelas menghalalkan, menjaga perasaan orang lain lebih diutamakan.
Di atas ilmu fikih, masih ada ilmu ushul fikih, dan di atasnya lagi masih ada ilmu tasawuf. Maksudnya, menghargai perasaan orang lain lebih diutamakan, daripada sekadar halal-haram. Kebaikan lebih utama daripada kebenaran.
Dengan bercanda, beliau berkomentar bahwa daging kerbau dan sapi sama saja, makan daging kerbau saja juga enak. Tidak perlu cari gara-gara dan cari benarnya sendiri, jika ada barang halal lain tapi lebih kecil mudharatnya.
Kemudian, ketika berbicara di depan khalayak umum, beliau menyampaikan bahwa agama Islam juga memuliakan hewan sapi. Sunan tersebut kemudian memberikan bukti bahwa kitab suci umat Islam ada yang namanya Surat Al-Baqarah (Sapi Betina).
Dengan nuansa kekeluargaan, sunan tersebut memetikkan beberapa ilmu hikmah dari surat tersebut, untuk dijadikan pegangan hidup siapapun yang mendengarnya.
Perlu diketahui, prilaku Walisongo seperti Nabi Muhammad SAW zaman dahulu, Walisongo tidak hanya menjadi guru orang-orang yang beragama Islam. Walisongo berakhlak baik pada siapa saja dan apapun agamanya.
Justru karena kelembutan dakwah sunan tersebut, masyarakat yang saat itu belum masuk Islam, justru gotong-royong membantu para murid beliau melaksanakan ibadah qurban.
NASEHAT GUS DUR....
Bertemu Walisongo di Candi Prambanan dan Borobudur*)
Jika memakai ilmu perbandingan, bisa dibilang Candi Prambanan dan Candi Borobudur sebanding dengan Masjidil Haram. Hal itulah yang membuat saya makin kagum pada Walisongo.
Maksudnya begini, kalau ada "Masjidil Haram", berarti logikanya ada puluhan "masjid agung" kan? Kalau ada tempat ibadah Hindu-Buddha selevel "Masjidil Haram", berarti bukan tidak mungkin Indonesia zaman dahulu sudah dipenuhi ribuan "mushola" umat Hindu-Buddha.
Orang tidak mungkin bisa membuat sesuatu berskala besar tanpa bisa membuat sesuatu yang berskala kecil-kecil dulu.
Tentu kita jadi bisa membayangkan kalau umat beragama Hindu dan Buddha zaman dahulu adalah golongan mayoritas. Kalau umat beragama Hindu dan Buddha zaman dahulu sangat mendominasi, bagaimana bisa Walisongo membalik kondisi tersebut?
Kalau Anda belajar sejarah, Anda pasti makin heran dengan Walisongo. Silakan Anda baca dengan teliti isi buku Atlas Walisongo karya sejarawan Agus Sunyoto.
Menurut catatan Dinasti Tang China, pada waktu itu (abad ke-6 M), jumlah orang Islam di nusantara (Indonesia) hanya kisaran ribuan orang. Dengan klasifikasi yang beragama Islam hanya orang Arab, Persia, dan China. Para penduduk pribumi tidak ada yang mau memeluk agama Islam.
Bukti sejarah kedua, catatan Marco Polo singgah ke Indonesia pada tahun 1200-an M. Dalam catatannya, komposisi umat beragama di nusantara masih sama persis dengan catatan Dinasti Tang; penduduk lokal nusantara tetap tidak ada yang memeluk agama Islam.
Bukti sejarah ketiga, dalam catatan Laksamana Cheng Ho pada tahun 1433 M, tetap tercatat hanya orang asing yang memeluk agama Islam. Jadi, kalau kita kalkulasi ketiga catatan tersebut, sudah lebih dari 8 abad agama Islam tidak diterima penduduk pribumi. Agama Islam hanya dipeluk oleh orang asing.
Selang beberapa tahun setelah kedatangan Laksamana Cheng Ho, rombongan Sunan Ampel datang dari daerah Champa (Vietnam).
Beberapa dekade sejak hari kedatangan Sunan Ampel, terutamanya setelah dua anaknya tumbuh dewasa (Sunan Bonang dan Sunan Drajat) dan beberapa muridnya juga sudah tumbuh dewasa (misalnya Sunan Giri), maka dibentuklah suatu dewan yang bernama Walisongo. Misi utamanya adalah mengenalkan agama Islam ke penduduk pribumi.
Anehnya, sekali lagi anehnya, pada dua catatan para penjelajah dari Benua Eropa yang ditulis pada tahun 1515 M dan 1522 M, disebutkan bahwa bangsa nusantara adalah sebuah bangsa yang mayoritas memeluk agama Islam.
Para sejarawan dunia hingga kini masih bingung, kenapa dalam tempo tak sampai 50 tahun, Walisongo berhasil mengislamkan banyak sekali manusia nusantara.
Harap diingat zaman dahulu belum ada pesawat terbang dan telepon genggam. Jalanan kala itu pun tidak ada yang diaspal, apalagi ada motor atau mobil. Dari segi ruang maupun dari segi waktu, derajat kesukarannya luar biasa berat. Tantangan dakwah Walisongo luar biasa berat.
Para sejarawan dunia angkat tangan saat disuruh menerangkan bagaimana bisa Walisongo melakukan mission impossible: Membalikkan keadaan dalam waktu kurang dari 50 tahun, padahal sudah terbukti 800 tahun lebih bangsa nusantara selalu menolak agama Islam.
Para sejarawan dunia akhirnya bersepakat bahwa cara pendekatan dakwah melalui kebudayaanlah yang membuat Walisongo sukses besar.
Menurut saya pribadi, jawaban para sejarawan dunia memang betul, tapi masih kurang lengkap. Menurut saya pribadi, yang tentu masih bisa salah, pendekatan dakwah dengan kebudayaan cuma "bungkusnya", yang benar-benar bikin beda adalah "isi" dakwah Walisongo.
Walisongo menyebarkan agama Islam meniru persis "bungkus" dan "isi" yang dahulu dilakukan Rasulullah SAW. Benar-benar menjiplak mutlak metode dakwahnya kanjeng nabi. Pasalnya, kondisinya hampir serupa, Walisongo kala itu ibaratnya "satu-satunya".
Dahulu Nabi Muhammad SAW adalah satu-satunya orang yang berada di jalan yang benar. Istrinya sendiri, sahabat Abu Bakar r.a., sahabat Umar r.a., sahabat Utsman r.a., calon mantunya Ali r.a., dan semua orang di muka Bumi waktu itu tersesat semua. Kanjeng nabi benar-benar the only one yang tidak sesat.
Tetapi, berkat ruh dakwah yang penuh kasih sayang, banyak orang akhirnya mau mengikuti agama baru yang dibawa kanjeng nabi. Dengan dilandasi perasaan yang tulus, Nabi Muhammad SAW amat sangat sabar menerangi orang-orang yang tersesat.
Meski kepala beliau dilumuri kotoran, meski wajah beliau diludahi, bahkan berkali-kali hendak dibunuh, kanjeng nabi selalu tersenyum memaafkan. Walisongo pun mencontoh akhlak kanjeng nabi sama persis. Walisongo berdakwah dengan penuh kasih sayang.
Pernah suatu hari ada penduduk desa bertanya hukumnya menaruh sesajen di suatu sudut rumah. Tanpa terkesan menggurui dan menunjukkan kesalahan, sunan tersebut berkata, "Boleh, malah sebaiknya jumlahnya 20 piring, tapi dimakan bersama para tetangga terdekat ya."
Pernah juga ada murid salah satu anggota Walisongo yang ragu pada konsep tauhid bertanya, "Tuhan kok jumlahnya satu? Apa nanti tidak kerepotan dan ada yang terlewat tidak diurus?"
Sunan yang ditanyai hal tersebut hanya tersenyum sejuk mendengarnya. Justru beliau minta ditemani murid tersebut menonton pagelaran wayang kulit.
Singkat cerita, sunan tersebut berkata pada muridnya, "Bagus ya cerita wayangnya..." Si murid pun menjawab penuh semangat tentang keseruan lakon wayang malam itu. "Oh iya, bagaimana menurutmu kalau dalangnya ada dua atau empat orang?" tanya sunan tersebut. Si murid langsung menjawab, "Justru lakon wayangnya bisa bubar. Dalang satu ambil wayang ini, dalang lain ambil wayang yang lain, bisa-bisa tabrakan."
Sang guru hanya tersenyum dan mengangguk-angguk mendengar jawaban polos tersebut. Seketika itu pula si murid beristighfar dan mengaku sudah paham konsep tauhid. Begitulah "isi" dakwah Walisongo; menjaga perasaan orang lain.
Pernah suatu hari ada salah satu anggota lain dari Walisongo mengumpulkan masyarakat. Sunan tersebut dengan sangat bijaksana menghimbau para muridnya untuk tidak menyembelih hewan sapi saat Idul Adha. Walaupun syariat Islam jelas menghalalkan, menjaga perasaan orang lain lebih diutamakan.
Di atas ilmu fikih, masih ada ilmu ushul fikih, dan di atasnya lagi masih ada ilmu tasawuf. Maksudnya, menghargai perasaan orang lain lebih diutamakan, daripada sekadar halal-haram. Kebaikan lebih utama daripada kebenaran.
Dengan bercanda, beliau berkomentar bahwa daging kerbau dan sapi sama saja, makan daging kerbau saja juga enak. Tidak perlu cari gara-gara dan cari benarnya sendiri, jika ada barang halal lain tapi lebih kecil mudharatnya.
Kemudian, ketika berbicara di depan khalayak umum, beliau menyampaikan bahwa agama Islam juga memuliakan hewan sapi. Sunan tersebut kemudian memberikan bukti bahwa kitab suci umat Islam ada yang namanya Surat Al-Baqarah (Sapi Betina).
Dengan nuansa kekeluargaan, sunan tersebut memetikkan beberapa ilmu hikmah dari surat tersebut, untuk dijadikan pegangan hidup siapapun yang mendengarnya.
Perlu diketahui, prilaku Walisongo seperti Nabi Muhammad SAW zaman dahulu, Walisongo tidak hanya menjadi guru orang-orang yang beragama Islam. Walisongo berakhlak baik pada siapa saja dan apapun agamanya.
Justru karena kelembutan dakwah sunan tersebut, masyarakat yang saat itu belum masuk Islam, justru gotong-royong membantu para murid beliau melaksanakan ibadah qurban.
Instruksi Guru Mulia Habib Umar Bin Hafiz.
posting WA: 25/10/2016 by rahmad
Saya (Habib Munzir al Musawa Pimpinan Majlis Rosululloh) ingin menyampaikan tentang semakin semaraknya perpecahan antara muslimin,
Di sini kita mendapatkan perintah dari guru mulia kita Al-hafidh Al-Musnid Al-Habib Umar bin Hafizh;
Untuk tidak melibatkan diri dalam demo, apakah demo damai atau demo anarkis,
Beliau mengatakan semua demo damai atau anarkis sama saja dan jangan dilakukan, karena itu akan memanaskan daripada perpecahan muslimin,
Jadi mereka yang berdemo silahkan saja, tapi Majelis Rasulullah Saw mau menghindari,
Seruan beliau disampaikan untuk para ulama dan para kiayi, seraya berkata;
Sampaikan pada Kiai-Kiai kita dan para ulama kita dan semua orang-orang yang mengenalku, katakan bahwa;
" Umar mengatakan hal ini"
Untuk menarik diri,
“la yatada’ul bihalil-amr”
Mundur daripada segala acara seperti itu,
Tugas kita adalah “ittaqullah wa da’wah ilallah la ghoiro dzalik”
tugas kita adalah taqwa kepada Allah dan memperluas dakwah Allah SWT, tidak lebih dari itu” dari gerakan-gerakan muslimin
Setuju Bib, Ulama seharusnya meredam mendinginkan Umat, bukan malah sebaliknya, memprovokasi umat.
Saya (Habib Munzir al Musawa Pimpinan Majlis Rosululloh) ingin menyampaikan tentang semakin semaraknya perpecahan antara muslimin,
Di sini kita mendapatkan perintah dari guru mulia kita Al-hafidh Al-Musnid Al-Habib Umar bin Hafizh;
Untuk tidak melibatkan diri dalam demo, apakah demo damai atau demo anarkis,
Beliau mengatakan semua demo damai atau anarkis sama saja dan jangan dilakukan, karena itu akan memanaskan daripada perpecahan muslimin,
Jadi mereka yang berdemo silahkan saja, tapi Majelis Rasulullah Saw mau menghindari,
Seruan beliau disampaikan untuk para ulama dan para kiayi, seraya berkata;
Sampaikan pada Kiai-Kiai kita dan para ulama kita dan semua orang-orang yang mengenalku, katakan bahwa;
" Umar mengatakan hal ini"
Untuk menarik diri,
“la yatada’ul bihalil-amr”
Mundur daripada segala acara seperti itu,
Tugas kita adalah “ittaqullah wa da’wah ilallah la ghoiro dzalik”
tugas kita adalah taqwa kepada Allah dan memperluas dakwah Allah SWT, tidak lebih dari itu” dari gerakan-gerakan muslimin
Setuju Bib, Ulama seharusnya meredam mendinginkan Umat, bukan malah sebaliknya, memprovokasi umat.
Ulama Tak Bertuah, Umat Islam Mayoritas Jadi Lemah Tak Berdaya
posting WA: 26/10/2016 by rahmad
Post Hegemony XIX:
Ulama Tak Bertuah, Umat Islam Mayoritas Jadi Lemah Tak Berdaya
Oleh: K Ng H Agus Sunyoto
Dalam Kajian Ahad Pagi di Pesantren Sufi bertema “Resolusi Jihad”, Asrory Khudi yang mewakili santri mahasiswa mempertanyakan kebijakan Guru Sufi yang melarang para santri untuk hadir dalam aksi “tolak Ahok”, “hukum Ahok”, “seret penghina al-Qur’an ke pengadilan” yang digelar di berbagai masjid Jami’ di berbagai kota besar. Atas dasar alasan apa Guru Sufi melarang aksi perlawanan dan penghujatan terhadap calon gubernur beragama Kristen itu? Apakah pimpinan pesantren sudah berpikiran liberal? Ataukah Guru Sufi sudah menerima upeti?
Tidak menjawab pertanyaan Asrory Khudi, Guru Sufi malah mengutip sebuah hadits prediktif yang meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda mengenai bakal datangnya jaman di mana umat Islam dijadikan rebutan oleh umat lain seperti makanan diperebutkan. Sewaktu sahabat-sahabat bertanya, apakah saat itu jumlah umat Islam kecil? Rasulullah Saw menjawab,”Justru saat itu jumlah umat Islam sangat banyak, tetapi seperti buih di laut yang dijadikan permainan gelombang.” Sahabat-sahabat yang penasaran bertanya,”Kenapa bisa seperti itu, wahai Rasulullah Saw?”
“Mereka terjangkiti penyakit jiwa al-Wahan,” jawab Rasulullah Saw.
“Apakah yang dimaksud al-Wahan itu, ya Rasulullah Saw?” tanya sahabat belum faham.
“Penyakit cinta dunia dan takut mati,” sahut Rasulullah Saw tegas.
Para santri termangu-mangu berusaha memahami. Beberapa jenak kemudian, Asrory Khudi bertanya,”Mohon maaf, Mbah Kyai, apakah hubungan korelasional antara sabda Rasulullah Saw dengan larangan Mbah Kyai untuk demo melawan Ahok?”
“Sekarang ini, adalah penggenapan tanda-tanda jaman yang sudah diramalkan Rasulullah Saw,” kata Guru Sufi menjelaskan.
“Maksud penggenapan tanda-tanda jaman yang bagaimana, Mbah Kyai?”
“Jaman ketika manusia dijangkiti penyakit jiwa al-Wahan sebagaimana diramalkan Rasulullah Saw, saat ini sedang terjadi, o anak-anak cerdas lagi cerdik,” kata Guru Sufi sambil ketawa.
“Mohon pencerahan, Mbah Kyai, kami belum faham sebenar-benar faham,” sahut Asrory Khudi.
“Tidakkah engkau menyaksikan dengan terang, bagaimana umat Islam yang mayoritas di negeri ini dijadikan rebutan oleh orang-orang bukan muslim seperti makanan diperebutkan?” kata Guru Sufi dengan suara ditekan tinggi.
“Benar Mbah Kyai, suara umat Islam yang mayoritas di Indonesia, termasuk dalam pilgub di ibukota Jakarta, memang sedang diperebutkan seperti makanan dijadikan rebutan. Tapi apa hubungannya dengan kelemahan umat Islam? Bukankah dengan keberhasilan mengerahkan massa puluhan ribu itu menunjukkan bahwa umat Islam kuat?”
Guru Sufi ketawa. Sebentar kemudian ia berkata,”Ketahuilah, o anak-anak cerdas berkualitas, bahwa sejak jaman Rasulullah Saw hidup yang dilanjut para sahabat, tabi’it, tabi’in, ulama salafus sholeh hingga jaman akhir ini, belum pernah ada ulama yang menyampaikan aspirasinya dengan didukung massa berjumlah puluhan ribu. Ibarat “idu geni”, ludah api, setiap ucapan ulama yang benar selalu diliputi “tuah”, wibawa, charisma yang menggetarkan. Qul al-haqqq walau kaana murron! Sampaikan Kebenaran sekali pun pahit. Ulama selalu menyampaikan kebenaran seorang diri. Sebab ulama, yang adalah jama’ dari alim, adalah pengejawantahan dari Dia – Al-‘Aliim. Begitulah, saat Mbah Kyai Hasyim Asy’ari memfatwakan bahwa tindakan melakukian seikerei – membungkuk ruku’ ke arah utara untuk menghormati Tenno Heika adalah haram karena sama dengan melakukan kemusyrikan – mengguncangkan seluruh negeri Indonesia yang diduduki Jepang. Saat Mbah Kyai Hasyim Asy’ari memfatwakan fardu bagi jihad membela tanah air, negeri ini pun gempar. Fatwa beliau menjadi Resolusi Jihad yang menjadi pemicu pecahnya Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Itulah, Mbah Kyai Hasyim Asy’ari disebut sebagai ulama yang benar-benar ulama yang setiap ujar dan ucapannya mengandung “tuah” yang menggetar hati siapa saja yang mendengarnya.”
“Ooo begitu ya Mbah Kyai,” sahut Asrory Khudi diikuti santri mahasiswa yang manggut-manggut, “Berarti, ulama yang menyampaikan fatwa dengan didukung puluhan ribu massa itu sejatinya ulama yang sudah tidak memiliki “tuah” dalam ujar dan ucapannya. Hmmm, faham kami, Mbah Kyai.”
“Itulah yang aku katakan, sekarang ini ramalan Rasulullah Saw menjadi kenyataan. Umat Islam mayoritas tidak berdaya menghadapi satu orang bukan muslim. Bagaimana mungkin, di negeri yang mayoritas dihuni umat Islam, sebuah pengerahan massa besar-besaran dilakukan hanya untuk menentang satu orang bukan muslim. Ini gila. Ini yang disebut Friedrich Nietzsche dengan istilah eine umwertung aller werte: semua nilai jungkir balik!” kata Guru Sufi dengan suara rendah.
“Iya Mbah Kyai, ngeri saya menyadari itu,” sahut Asrory Khudi lemas.
“Ulama tidak bertuah,” tukas Husni Mubarok.
“Macan kertas!”
Post Hegemony XIX:
Ulama Tak Bertuah, Umat Islam Mayoritas Jadi Lemah Tak Berdaya
Oleh: K Ng H Agus Sunyoto
Dalam Kajian Ahad Pagi di Pesantren Sufi bertema “Resolusi Jihad”, Asrory Khudi yang mewakili santri mahasiswa mempertanyakan kebijakan Guru Sufi yang melarang para santri untuk hadir dalam aksi “tolak Ahok”, “hukum Ahok”, “seret penghina al-Qur’an ke pengadilan” yang digelar di berbagai masjid Jami’ di berbagai kota besar. Atas dasar alasan apa Guru Sufi melarang aksi perlawanan dan penghujatan terhadap calon gubernur beragama Kristen itu? Apakah pimpinan pesantren sudah berpikiran liberal? Ataukah Guru Sufi sudah menerima upeti?
Tidak menjawab pertanyaan Asrory Khudi, Guru Sufi malah mengutip sebuah hadits prediktif yang meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda mengenai bakal datangnya jaman di mana umat Islam dijadikan rebutan oleh umat lain seperti makanan diperebutkan. Sewaktu sahabat-sahabat bertanya, apakah saat itu jumlah umat Islam kecil? Rasulullah Saw menjawab,”Justru saat itu jumlah umat Islam sangat banyak, tetapi seperti buih di laut yang dijadikan permainan gelombang.” Sahabat-sahabat yang penasaran bertanya,”Kenapa bisa seperti itu, wahai Rasulullah Saw?”
“Mereka terjangkiti penyakit jiwa al-Wahan,” jawab Rasulullah Saw.
“Apakah yang dimaksud al-Wahan itu, ya Rasulullah Saw?” tanya sahabat belum faham.
“Penyakit cinta dunia dan takut mati,” sahut Rasulullah Saw tegas.
Para santri termangu-mangu berusaha memahami. Beberapa jenak kemudian, Asrory Khudi bertanya,”Mohon maaf, Mbah Kyai, apakah hubungan korelasional antara sabda Rasulullah Saw dengan larangan Mbah Kyai untuk demo melawan Ahok?”
“Sekarang ini, adalah penggenapan tanda-tanda jaman yang sudah diramalkan Rasulullah Saw,” kata Guru Sufi menjelaskan.
“Maksud penggenapan tanda-tanda jaman yang bagaimana, Mbah Kyai?”
“Jaman ketika manusia dijangkiti penyakit jiwa al-Wahan sebagaimana diramalkan Rasulullah Saw, saat ini sedang terjadi, o anak-anak cerdas lagi cerdik,” kata Guru Sufi sambil ketawa.
“Mohon pencerahan, Mbah Kyai, kami belum faham sebenar-benar faham,” sahut Asrory Khudi.
“Tidakkah engkau menyaksikan dengan terang, bagaimana umat Islam yang mayoritas di negeri ini dijadikan rebutan oleh orang-orang bukan muslim seperti makanan diperebutkan?” kata Guru Sufi dengan suara ditekan tinggi.
“Benar Mbah Kyai, suara umat Islam yang mayoritas di Indonesia, termasuk dalam pilgub di ibukota Jakarta, memang sedang diperebutkan seperti makanan dijadikan rebutan. Tapi apa hubungannya dengan kelemahan umat Islam? Bukankah dengan keberhasilan mengerahkan massa puluhan ribu itu menunjukkan bahwa umat Islam kuat?”
Guru Sufi ketawa. Sebentar kemudian ia berkata,”Ketahuilah, o anak-anak cerdas berkualitas, bahwa sejak jaman Rasulullah Saw hidup yang dilanjut para sahabat, tabi’it, tabi’in, ulama salafus sholeh hingga jaman akhir ini, belum pernah ada ulama yang menyampaikan aspirasinya dengan didukung massa berjumlah puluhan ribu. Ibarat “idu geni”, ludah api, setiap ucapan ulama yang benar selalu diliputi “tuah”, wibawa, charisma yang menggetarkan. Qul al-haqqq walau kaana murron! Sampaikan Kebenaran sekali pun pahit. Ulama selalu menyampaikan kebenaran seorang diri. Sebab ulama, yang adalah jama’ dari alim, adalah pengejawantahan dari Dia – Al-‘Aliim. Begitulah, saat Mbah Kyai Hasyim Asy’ari memfatwakan bahwa tindakan melakukian seikerei – membungkuk ruku’ ke arah utara untuk menghormati Tenno Heika adalah haram karena sama dengan melakukan kemusyrikan – mengguncangkan seluruh negeri Indonesia yang diduduki Jepang. Saat Mbah Kyai Hasyim Asy’ari memfatwakan fardu bagi jihad membela tanah air, negeri ini pun gempar. Fatwa beliau menjadi Resolusi Jihad yang menjadi pemicu pecahnya Pertempuran Surabaya 10 November 1945. Itulah, Mbah Kyai Hasyim Asy’ari disebut sebagai ulama yang benar-benar ulama yang setiap ujar dan ucapannya mengandung “tuah” yang menggetar hati siapa saja yang mendengarnya.”
“Ooo begitu ya Mbah Kyai,” sahut Asrory Khudi diikuti santri mahasiswa yang manggut-manggut, “Berarti, ulama yang menyampaikan fatwa dengan didukung puluhan ribu massa itu sejatinya ulama yang sudah tidak memiliki “tuah” dalam ujar dan ucapannya. Hmmm, faham kami, Mbah Kyai.”
“Itulah yang aku katakan, sekarang ini ramalan Rasulullah Saw menjadi kenyataan. Umat Islam mayoritas tidak berdaya menghadapi satu orang bukan muslim. Bagaimana mungkin, di negeri yang mayoritas dihuni umat Islam, sebuah pengerahan massa besar-besaran dilakukan hanya untuk menentang satu orang bukan muslim. Ini gila. Ini yang disebut Friedrich Nietzsche dengan istilah eine umwertung aller werte: semua nilai jungkir balik!” kata Guru Sufi dengan suara rendah.
“Iya Mbah Kyai, ngeri saya menyadari itu,” sahut Asrory Khudi lemas.
“Ulama tidak bertuah,” tukas Husni Mubarok.
“Macan kertas!”
NASIHAT HB.UMAR BIN HAFIDZ KEMARIN KETIKA DI MALAYSIA
posting WA: 27/10/2016 by rahmad
لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف ترضي الله
"Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah.
Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu....والله اعلم
لا تحمل هم الدنيا فإنها لله ، ولاتحمل همَّ الرزق فإنه من الله ، ولاتحمل هم المستقبل فإنه بيد الله .. فقط احمل همًا واحدًا : كيف ترضي الله
"Janganlah kamu menanggung kebingungan dunia karena itu urusan Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan rizki karena itu dari Allah, Janganlah kamu menanggung kebingungan masa depan karena itu kekuasaan Allah.
Yang harus kamu tanggung adalah satu kebingungan, yaitu Bagaimana Allah SWT Ridho kepadamu....والله اعلم
Jumat, 21 Oktober 2016
Nasihat Kyai Jamal
posting WA: 17/10/2016 by radian
NASEHAT PENGANTIN BARU
Nasehat ini disampaikan oleh beliau Simbah Yai M. Djamaluddin Ahmad PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ketika mauidhoh di salah satu santri nya,
Le, nek rumah tangga iku seng jujur, nek samean metu rapat nandi ngomong seng wedok,seng jujur jujur Le, seng wedok barang yo kudu taat nang seng lanang yo, golek ridho ne seng lanang.
Sopo seng jujur bakal mujur Le, temenan. Ojo kyk wong saiki Le, jarene Jujur jujur mundak ajur, iku ngunu omongane tekan setan Le,
Nek wong dagang yo jujur temenan, ojo beras 1 kg di wadahi, bareng dituku wong, tekan umah ditimbang gaenek 1 kg, iku ngunu bohong. HARAM HARAM hukume. Nek dodol barang enek cacate iku yo diomongno cacate, ojo ditutup tutupi.
Kanjeng Nabi dawuh, "sopo wonge nglebetaken barang haram nek wetenge, ibadahe 40 dino ora ditrimo Allah"
Sholat mu, amalmu, sodaqohmu iku ora ono manfaate. Ibarate nimbo banyu nang sumur gawe timbo tekan pring bolong bolong iku, yo ora bakal iso. Temenan Le. Saiki enek kasus golek duwek instan, bujuk i wong ngunuku, HARAM HARAM iku , Nabi wes sumpah sopo mangan barang HARAM aku ora bakal maringi syafaat"
Ojo sampek oleh duwek tekan kerjo ora halal Le, sabar sabar, ojo kesusu kepengen sugih. Pelan pelan Le, titik titik gapopo SENG PENTING HALAL Le.
Aku biyen yo tahu dodol kayu, dodol roti marin, dodol lengo gas, tuku marning tak bungkusi tak dol titip titipno,KULO GAK ISIN.SENG PENTING HALAL.
Kulo tangglet Mertua kulo Bu Nyai Musyarofah," Mboten isin gada mantu sadean kados kulo nopo"
"Mboten Le mboten,SENG PENTING HALAL Le, terose Bu Nyai.
Biyen Le,Abah mu (Mertua) Yai Fattah Hasyim yo dodol lengo gas keliling". Bar mari mulang jam 10 isuk,mulehe langsung dodol lengo gas keliling" , aku dewe saben isuk yo mbungkusi sego bungkus ,tak titip titipno kantin kantin"
Lho iku Yai Fattah,pondok e gedene kyk ngunu, santrine ribuan biyen iku yo dodol lengo gas, mari mulang sampek jam 10 awan, piyambak e langsung nyengklak sepeda ongkele keliling dodol lengo gas muter, muni lengo, lengo, lengo,
Lha garwanipun (Bu Nyai Musyarofah Bisri, iku putri ne Yai Bisri Denanyar,adine Nyai Khodijah Ibuk e Gus Dur) iku menawi isuk yo dodol sego.
KERJO OPO AE,SENG PENTING HALAL.
#jika ada salah mohon dikoreksi
#ambil sisi positifnya,
Semoga bermanfaat.
NASEHAT PENGANTIN BARU
Nasehat ini disampaikan oleh beliau Simbah Yai M. Djamaluddin Ahmad PP Bahrul Ulum Tambakberas Jombang ketika mauidhoh di salah satu santri nya,
Le, nek rumah tangga iku seng jujur, nek samean metu rapat nandi ngomong seng wedok,seng jujur jujur Le, seng wedok barang yo kudu taat nang seng lanang yo, golek ridho ne seng lanang.
Sopo seng jujur bakal mujur Le, temenan. Ojo kyk wong saiki Le, jarene Jujur jujur mundak ajur, iku ngunu omongane tekan setan Le,
Nek wong dagang yo jujur temenan, ojo beras 1 kg di wadahi, bareng dituku wong, tekan umah ditimbang gaenek 1 kg, iku ngunu bohong. HARAM HARAM hukume. Nek dodol barang enek cacate iku yo diomongno cacate, ojo ditutup tutupi.
Kanjeng Nabi dawuh, "sopo wonge nglebetaken barang haram nek wetenge, ibadahe 40 dino ora ditrimo Allah"
Sholat mu, amalmu, sodaqohmu iku ora ono manfaate. Ibarate nimbo banyu nang sumur gawe timbo tekan pring bolong bolong iku, yo ora bakal iso. Temenan Le. Saiki enek kasus golek duwek instan, bujuk i wong ngunuku, HARAM HARAM iku , Nabi wes sumpah sopo mangan barang HARAM aku ora bakal maringi syafaat"
Ojo sampek oleh duwek tekan kerjo ora halal Le, sabar sabar, ojo kesusu kepengen sugih. Pelan pelan Le, titik titik gapopo SENG PENTING HALAL Le.
Aku biyen yo tahu dodol kayu, dodol roti marin, dodol lengo gas, tuku marning tak bungkusi tak dol titip titipno,KULO GAK ISIN.SENG PENTING HALAL.
Kulo tangglet Mertua kulo Bu Nyai Musyarofah," Mboten isin gada mantu sadean kados kulo nopo"
"Mboten Le mboten,SENG PENTING HALAL Le, terose Bu Nyai.
Biyen Le,Abah mu (Mertua) Yai Fattah Hasyim yo dodol lengo gas keliling". Bar mari mulang jam 10 isuk,mulehe langsung dodol lengo gas keliling" , aku dewe saben isuk yo mbungkusi sego bungkus ,tak titip titipno kantin kantin"
Lho iku Yai Fattah,pondok e gedene kyk ngunu, santrine ribuan biyen iku yo dodol lengo gas, mari mulang sampek jam 10 awan, piyambak e langsung nyengklak sepeda ongkele keliling dodol lengo gas muter, muni lengo, lengo, lengo,
Lha garwanipun (Bu Nyai Musyarofah Bisri, iku putri ne Yai Bisri Denanyar,adine Nyai Khodijah Ibuk e Gus Dur) iku menawi isuk yo dodol sego.
KERJO OPO AE,SENG PENTING HALAL.
#jika ada salah mohon dikoreksi
#ambil sisi positifnya,
Semoga bermanfaat.
Nasihat Habib Abu Bakar Al Adni
posting WA: 19/10/2016 by gus nashir
Semoga ummat islam rukun, baca nasihat habib Abu bakar al adni
• الحبيب ابو بكر العدني
Jalan Kami adalah Menjaga Lisan dari Mencela & Menjaga Tangan dari menumpahkan Darah Manusia
Jagalah dirimu agar tidak terlibat dalam fitnah-fitnah antara lain dengan, "
1. Menjaga lisan, dengan tidak mengucapakan kata-kata yang bersifat provokasi atau menghina salah satu pihak yang terlibat atau agar dalam peperangan. Bukankah kita sudah tahu bahwa Rasulullah Saw telah bersabda, “Barangsiapa yang ikut serta dalam pembunuhan seorang muslim, meskipun hanya dengan sepotong kalimat saja, maka di hari kiamat nanti dahinya akan tertulis ungkapan terputus (jauh) dari Rahmat Allah Swt,
2. Menjaga tangan, tidak mengangkat senjata mengikuti salah satu pihak golongan muslim untuk melawan sesama muslim, karena darah, harta dan kehormatan seorang muslim haram hukumnya.
3. Menjaga hati, jangan sampai ada rasa senang dengan adanya kemenangan salah satu pihak, dan sebagainya. Apakah kamu senang dengan pembunuhan seorang muslim kepada sesama muslim lainnya..?
4. Adapun bagi mereka yang menuduh bahwa kita adalah musyrikin, kita doakan semoga mereka mendapat hidayah dari Allah, itu saja cukup. Karena hanya hidayahlah yang di perlukan. Tiada gunanya memperdebatkan perbedaan dengan mereka. Satu pihak mengamalkan Maulid Nabi, pihak yang lain menolaknya. Satu pihak berziarah kubur, lain pihak menentangnya, Itu semua permainan Iblis, sehingga melalaikan pada hal-hal yang penting, menjadikan umat Islam hanya seperti sandal/kasut di depan pintu itu. Ya, hanya sampai di situ.
5. Kalau kalian faham terhadap apa yang kami katakan ini, maka kalian tidak akan rela buang waktu untuk berkonflik. Kalian tidak akan mau sibuk dengan sesama muslim meski berbeda pandangan. Kami tidak pernah dengki kepada sesama orang Islam yang melakukan sembahyang, Namun kami merasa sangat sedih melihat orang Islam yang tidak sembahyang.
6. Tatkala kami melihat orang mencatut/mengaitkan nama orang-orang alim untuk mencaci orang lain, tatkala kami melihat orang-orang mengatasnamakan Agama untuk membuat konflik di tengah umat, itulah perkara yang menyesakkan nafas kami.
(Di share dari FB ust Ahmad Dzia).
Semoga ummat islam rukun, baca nasihat habib Abu bakar al adni
• الحبيب ابو بكر العدني
Jalan Kami adalah Menjaga Lisan dari Mencela & Menjaga Tangan dari menumpahkan Darah Manusia
Jagalah dirimu agar tidak terlibat dalam fitnah-fitnah antara lain dengan, "
1. Menjaga lisan, dengan tidak mengucapakan kata-kata yang bersifat provokasi atau menghina salah satu pihak yang terlibat atau agar dalam peperangan. Bukankah kita sudah tahu bahwa Rasulullah Saw telah bersabda, “Barangsiapa yang ikut serta dalam pembunuhan seorang muslim, meskipun hanya dengan sepotong kalimat saja, maka di hari kiamat nanti dahinya akan tertulis ungkapan terputus (jauh) dari Rahmat Allah Swt,
2. Menjaga tangan, tidak mengangkat senjata mengikuti salah satu pihak golongan muslim untuk melawan sesama muslim, karena darah, harta dan kehormatan seorang muslim haram hukumnya.
3. Menjaga hati, jangan sampai ada rasa senang dengan adanya kemenangan salah satu pihak, dan sebagainya. Apakah kamu senang dengan pembunuhan seorang muslim kepada sesama muslim lainnya..?
4. Adapun bagi mereka yang menuduh bahwa kita adalah musyrikin, kita doakan semoga mereka mendapat hidayah dari Allah, itu saja cukup. Karena hanya hidayahlah yang di perlukan. Tiada gunanya memperdebatkan perbedaan dengan mereka. Satu pihak mengamalkan Maulid Nabi, pihak yang lain menolaknya. Satu pihak berziarah kubur, lain pihak menentangnya, Itu semua permainan Iblis, sehingga melalaikan pada hal-hal yang penting, menjadikan umat Islam hanya seperti sandal/kasut di depan pintu itu. Ya, hanya sampai di situ.
5. Kalau kalian faham terhadap apa yang kami katakan ini, maka kalian tidak akan rela buang waktu untuk berkonflik. Kalian tidak akan mau sibuk dengan sesama muslim meski berbeda pandangan. Kami tidak pernah dengki kepada sesama orang Islam yang melakukan sembahyang, Namun kami merasa sangat sedih melihat orang Islam yang tidak sembahyang.
6. Tatkala kami melihat orang mencatut/mengaitkan nama orang-orang alim untuk mencaci orang lain, tatkala kami melihat orang-orang mengatasnamakan Agama untuk membuat konflik di tengah umat, itulah perkara yang menyesakkan nafas kami.
(Di share dari FB ust Ahmad Dzia).
Pedang Cahaya
posting WA: 19/10/2016 by radian
pedang akhlak dan budi pekerti itu adalah pedang cahaya, kalau pedang besi hanya bisa merobek dada atau jantung, membunuh…, paling banyaknya tidak bisa lebih dari itu, tapi pedang cahaya itu bisa menembus sanubari , merubah hati yang keras menjadi hati yang lembut penuh cahaya, membuat orang yang bengis menjadi orang yang sangat sering menangis, membuat orang yang selalu berbuat jahat menjadi orang yang selalu berbuat baik, membuat musuh terjahat menjadi teman tersetia, itulah pedang cahaya akhlak Sayyidina Muhammad Saw. (Habibana Munzir Bin Fuad Al Musawa)
pedang akhlak dan budi pekerti itu adalah pedang cahaya, kalau pedang besi hanya bisa merobek dada atau jantung, membunuh…, paling banyaknya tidak bisa lebih dari itu, tapi pedang cahaya itu bisa menembus sanubari , merubah hati yang keras menjadi hati yang lembut penuh cahaya, membuat orang yang bengis menjadi orang yang sangat sering menangis, membuat orang yang selalu berbuat jahat menjadi orang yang selalu berbuat baik, membuat musuh terjahat menjadi teman tersetia, itulah pedang cahaya akhlak Sayyidina Muhammad Saw. (Habibana Munzir Bin Fuad Al Musawa)
Pertemuan KH Hasyim Asy'ari dengan Habib Hasyim
posting WA: 19/10/2016 by gus nashir
PESAN DI BALIK KISAH HABIB LUTHFI DI HARI SANTRI
Saya selaku cucunya Habib Hasyim sendiri baru mengetahui belum lama. Dalam hati saya sendiri bertanya mengapa saya baru mengerti? Di tempatnya guru saya, Kiai Abdul Fattah, setiap Selasa pagi diadakan pengajian kitab Ihya Ulumiddin dengan pengajar al-Alim al-Allamah Kiai Irfan Kertijayan Pekalongan. Kiai Irfan adalah murid dari Kiai Amir Simbang.
Setiap kali Kiai Irfan melihat saya selalu memandang dengan serius, tapi nampak ragu untuk bertanya. Mungkin takut salah (sangka). Waktu itu yang menjadi saksi sejarah adalah Kiai Irfan, Kiai Abdul Fattah, Kiai Abdul Adzim dan beberapa kiai yang lain. Sayangnya para saksi sejarah ini sudah tiada semua. Beliau (Kiai Irfan) bertanya kepada saya, “Habib Luthfi ini kalau saya lihat pakaiannya, cara jalannya, seperti guru saya al-Habib Hasyim bin Umar bin Yahya. Beliau termasuk menjadi ulama rujukan di Indonesia. Bahkan setiap bulannya di kediaman beliau sering berkumpul para ulama dari luar Negara.”
Saya tidak berani menjawab. Perasaan saya malu. Karena saya mempunyai kakek yang begitu hebatnya tapi saya sendiri belum mampu untuk bisa meniru walau setetes. Karena saya diam, Kiai Abdul Adzim dan Kiai Abdul Fattah yang menjawabnya, “Dia cucunya Habib Hasyim bin Umar.”
Langsung saja Kiai Irfan menangis dan merangkul saya karena saking gembiranya. Lalu beliau berkata, “Mumpung saya masih hidup. Umur saya sekarang sudah 83. Mumpung masih ada umur, saya takut sejarah ini hilang. Ketahuilah, ketika Mbah Hasyim Asy’ari sudah keliling muter untuk mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) beliau terlebih dahulu beristikharakh di Makkah al-Mukarramah. Singkat ceita, dari istikharahnya tersebut dihasilkan sebuah keputusan oleh para ulama yang ada di sana seperti Kiai Ahmad Nahrawi, guru tarekat Syadziliyah terkenal, Kiai Mahfudz at-Turmusi, dan beberapa tokoh ulama lainnya, bahwa, “Di Jawa, keputusannya hanya ada di dua orang. Yang pertama al-Habib Hasyim bin Umar bin Yahya Pekalongan, dan yang kedua Mbah Kiai Ahmad Kholil Bangkalan. Bilamana dua orang ini setuju, maka dirikanlah Nahdlatul Ulama. Tapi apabila dua orang ini tidak berkenan, jangan dibantah.”
Akhirnya Mbah Hasyim Asy’ari kembali (ke tanah air). Sesampainya di rumah beliau langsung menuju ke Kudus untuk meminta Kiai Asnawi dan Kiai Yasin mendampinginya. Terus (dilanjut) ke Pekalongan menuju rumahnya Kiai Muhammad Amir, dan di situ sudah ada Kiai Irfan yang memang sudah dipersiapkan, karena mendengar Kiai Hasyim akan berkunjung.
Lalu Kiai Hasyim didampingi Kiai Asnawi, Kiai Yasin, Kiai Amir dan Kiai Irfan datang ke rumah Habib Hasyim. Sesampai di sana, Habib Hasyim berkata, “Hasyim, saya ridhai kalau kamu mendirikan suatu wadah untuk Ahlussunnah wal Jama’ah.”
(Mendengar jawaban tersebut) Mbah Hasyim Asy’ari sangat senang hati. Setelah menginap (beberapa hari) di Pekalongan, beliau meminta kepada Habib Hasyim untuk mengajarinya (menambah) ilmu hadits. Maka setiap Kamis Wage, beliau mesti datang ke Pekalongan belajar ilmu hadits kepada Habib Hasyim.
Dari Pekalongan Mbah Hasyim Asy’ari langsung menuju ke Mbah Kholil Bangkalan. Begitu sampai di sana, Mbah Kholil langsung dawuh, “Sudah, pokoknya apa kata Habib Hasyim itu benar. Saya cocok. Dirikanlah, jangan lama-lama lagi.” Sehingga berdirilah Nahdaltul Ulama.
Saat sebelum keberangkatan ke Bangkalan, Mbah Hasyim Asy’ari dipesani Habib Hasyim, “Tapi tolong, nama saya jangan ditulis.” Akhirnya Mbah Kholil pun sama (tidak mau ditulis namanya). Akhirnya Kiai Hasyim bertanya, “Kalau tidak mau ditulis semua, lalu bagaimana (sejarah nantinya)?”
“Ya sudah ndak apa-apa saya ditulis, tapi jangan banyak-banyak”, jawab Mbah Kholil.
Di kesempatan lain saat Habib Luthfi duduk bersama Gus Dur, Faizin dimintai untuk menjadi saksi agar tidak dianggap mengada-ada. Habib Luthfi lalu menceritakan kisah di atas kepada Gus Dur. Tapi ternyata kemudian Gus Dur menerangkan jauh lebih luas lagi tentang peranan Habib Hasyim dengan Mbah Hasyim ketika awal berdirinya Nahdlatul Ulama. Maka jangan heran kalau keluarga Mbah Hasyim Asy’ari, khususnya Gus Dur, dengan kita dekat. Itu meneruskan sebagaimana keakraban para sesepuh, para ulama kita jaman dulu.
Menceritakan itu memang mudah, tapi intinya cuma satu, “Mampukah kita meneruskan thariqah (jalan perjuangan)nya para beliau atau tidak?” Pungkas Habib Luthfi bin Yahya. (*IBJ, disarikan dari rekaman video berikut: https://youtu.be/xlJg7jxbFxQ).
PESAN DI BALIK KISAH HABIB LUTHFI DI HARI SANTRI
Saya selaku cucunya Habib Hasyim sendiri baru mengetahui belum lama. Dalam hati saya sendiri bertanya mengapa saya baru mengerti? Di tempatnya guru saya, Kiai Abdul Fattah, setiap Selasa pagi diadakan pengajian kitab Ihya Ulumiddin dengan pengajar al-Alim al-Allamah Kiai Irfan Kertijayan Pekalongan. Kiai Irfan adalah murid dari Kiai Amir Simbang.
Setiap kali Kiai Irfan melihat saya selalu memandang dengan serius, tapi nampak ragu untuk bertanya. Mungkin takut salah (sangka). Waktu itu yang menjadi saksi sejarah adalah Kiai Irfan, Kiai Abdul Fattah, Kiai Abdul Adzim dan beberapa kiai yang lain. Sayangnya para saksi sejarah ini sudah tiada semua. Beliau (Kiai Irfan) bertanya kepada saya, “Habib Luthfi ini kalau saya lihat pakaiannya, cara jalannya, seperti guru saya al-Habib Hasyim bin Umar bin Yahya. Beliau termasuk menjadi ulama rujukan di Indonesia. Bahkan setiap bulannya di kediaman beliau sering berkumpul para ulama dari luar Negara.”
Saya tidak berani menjawab. Perasaan saya malu. Karena saya mempunyai kakek yang begitu hebatnya tapi saya sendiri belum mampu untuk bisa meniru walau setetes. Karena saya diam, Kiai Abdul Adzim dan Kiai Abdul Fattah yang menjawabnya, “Dia cucunya Habib Hasyim bin Umar.”
Langsung saja Kiai Irfan menangis dan merangkul saya karena saking gembiranya. Lalu beliau berkata, “Mumpung saya masih hidup. Umur saya sekarang sudah 83. Mumpung masih ada umur, saya takut sejarah ini hilang. Ketahuilah, ketika Mbah Hasyim Asy’ari sudah keliling muter untuk mendirikan Nahdlatul Ulama (NU) beliau terlebih dahulu beristikharakh di Makkah al-Mukarramah. Singkat ceita, dari istikharahnya tersebut dihasilkan sebuah keputusan oleh para ulama yang ada di sana seperti Kiai Ahmad Nahrawi, guru tarekat Syadziliyah terkenal, Kiai Mahfudz at-Turmusi, dan beberapa tokoh ulama lainnya, bahwa, “Di Jawa, keputusannya hanya ada di dua orang. Yang pertama al-Habib Hasyim bin Umar bin Yahya Pekalongan, dan yang kedua Mbah Kiai Ahmad Kholil Bangkalan. Bilamana dua orang ini setuju, maka dirikanlah Nahdlatul Ulama. Tapi apabila dua orang ini tidak berkenan, jangan dibantah.”
Akhirnya Mbah Hasyim Asy’ari kembali (ke tanah air). Sesampainya di rumah beliau langsung menuju ke Kudus untuk meminta Kiai Asnawi dan Kiai Yasin mendampinginya. Terus (dilanjut) ke Pekalongan menuju rumahnya Kiai Muhammad Amir, dan di situ sudah ada Kiai Irfan yang memang sudah dipersiapkan, karena mendengar Kiai Hasyim akan berkunjung.
Lalu Kiai Hasyim didampingi Kiai Asnawi, Kiai Yasin, Kiai Amir dan Kiai Irfan datang ke rumah Habib Hasyim. Sesampai di sana, Habib Hasyim berkata, “Hasyim, saya ridhai kalau kamu mendirikan suatu wadah untuk Ahlussunnah wal Jama’ah.”
(Mendengar jawaban tersebut) Mbah Hasyim Asy’ari sangat senang hati. Setelah menginap (beberapa hari) di Pekalongan, beliau meminta kepada Habib Hasyim untuk mengajarinya (menambah) ilmu hadits. Maka setiap Kamis Wage, beliau mesti datang ke Pekalongan belajar ilmu hadits kepada Habib Hasyim.
Dari Pekalongan Mbah Hasyim Asy’ari langsung menuju ke Mbah Kholil Bangkalan. Begitu sampai di sana, Mbah Kholil langsung dawuh, “Sudah, pokoknya apa kata Habib Hasyim itu benar. Saya cocok. Dirikanlah, jangan lama-lama lagi.” Sehingga berdirilah Nahdaltul Ulama.
Saat sebelum keberangkatan ke Bangkalan, Mbah Hasyim Asy’ari dipesani Habib Hasyim, “Tapi tolong, nama saya jangan ditulis.” Akhirnya Mbah Kholil pun sama (tidak mau ditulis namanya). Akhirnya Kiai Hasyim bertanya, “Kalau tidak mau ditulis semua, lalu bagaimana (sejarah nantinya)?”
“Ya sudah ndak apa-apa saya ditulis, tapi jangan banyak-banyak”, jawab Mbah Kholil.
Di kesempatan lain saat Habib Luthfi duduk bersama Gus Dur, Faizin dimintai untuk menjadi saksi agar tidak dianggap mengada-ada. Habib Luthfi lalu menceritakan kisah di atas kepada Gus Dur. Tapi ternyata kemudian Gus Dur menerangkan jauh lebih luas lagi tentang peranan Habib Hasyim dengan Mbah Hasyim ketika awal berdirinya Nahdlatul Ulama. Maka jangan heran kalau keluarga Mbah Hasyim Asy’ari, khususnya Gus Dur, dengan kita dekat. Itu meneruskan sebagaimana keakraban para sesepuh, para ulama kita jaman dulu.
Menceritakan itu memang mudah, tapi intinya cuma satu, “Mampukah kita meneruskan thariqah (jalan perjuangan)nya para beliau atau tidak?” Pungkas Habib Luthfi bin Yahya. (*IBJ, disarikan dari rekaman video berikut: https://youtu.be/xlJg7jxbFxQ).
Malaikat menghitung tetesan air hujan
posting WA: 20/10/2016 by gus nashir
Diriwayatkan bahwa Rasulullah sollallahu’alayhi wasallam bersabda, “Disaat aku tiba di langit di malam Isra’ Miraj, aku melihat satu malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari. Aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu.
Aku bertanya kepada Jibril as,pendampingku: ‘Siapa gerangan malaikat itu,dan apa tugasnya?.’ Jibril berkata, Sesungguhnya dia adalah malaikat yang diberi tugas untuk menghitungtetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi. ’Rasulallah saw bertanya kepada malaikat tadi, ‘Apakah kamu tahu berapa bilangan tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak diciptakan Adam as?.’
Malaikat itupun berkata, ‘Wahai Rasulallah saw, demi yang telah mengutusmu dengan hak (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi dari mulai diciptakan Adam as sampai sekarang ini, begitu pula aku mengetahui jumlah tetetas yang turun ke laut, ke darat, ke hutan rimba, ke gunung-gunung, ke lembah-lembah, ke sungai-sungai, ke sawah-sawah dan ke tempat yang tidak diketahui manusia.’
Mendengar uraian malaikat tadi, Rasulullah saw sangat takjub dan bangga atas kecerdasannya dalam menghitung tetesan air hujan.
Kemudian malaikat tadi berkata kepada beliau,
‘Wahai Rasulallah saw, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian dan keulungan untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi, tapi aku memiliki kekurangan dan kelemahan.
Rasulallah saw pun bertanya,
Apa kekurangan dan kelemahan kamu?.
Malaikat itupun menjawab :
“KEKURANGAN DAN KELEMAHANKU, WAHAI RASULALLAH, JIKA UMATMU BERKUMPUL DI SATU TEMPAT, MEREKA MENYEBUT NAMAMU LALU BERSHALAWAT ATASMU, PADA SAAT ITU AKU TIDAK BISA MENGHITUNG BERAPA BANYAKNYA PAHALA YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADA MEREKA ATAS SHALAWAT YANG MEREKA UCAPKAN ATAS DIRIMU” :
“Allahuma shalli a’la sayyidina Muhammadin wa a’la alihi wa shahbihi wa sallim". اللهم صلي على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم
(Al-Mustadrak Syeikh An-Nuri, jilid 5: 355, hadis ke72)
Diriwayatkan bahwa Rasulullah sollallahu’alayhi wasallam bersabda, “Disaat aku tiba di langit di malam Isra’ Miraj, aku melihat satu malaikat memiliki 1000 tangan, di setiap tangan ada 1000 jari. Aku melihatnya menghitung jarinya satu persatu.
Aku bertanya kepada Jibril as,pendampingku: ‘Siapa gerangan malaikat itu,dan apa tugasnya?.’ Jibril berkata, Sesungguhnya dia adalah malaikat yang diberi tugas untuk menghitungtetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi. ’Rasulallah saw bertanya kepada malaikat tadi, ‘Apakah kamu tahu berapa bilangan tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi sejak diciptakan Adam as?.’
Malaikat itupun berkata, ‘Wahai Rasulallah saw, demi yang telah mengutusmu dengan hak (kebenaran), sesungguhnya aku mengetahui semua jumlah tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi dari mulai diciptakan Adam as sampai sekarang ini, begitu pula aku mengetahui jumlah tetetas yang turun ke laut, ke darat, ke hutan rimba, ke gunung-gunung, ke lembah-lembah, ke sungai-sungai, ke sawah-sawah dan ke tempat yang tidak diketahui manusia.’
Mendengar uraian malaikat tadi, Rasulullah saw sangat takjub dan bangga atas kecerdasannya dalam menghitung tetesan air hujan.
Kemudian malaikat tadi berkata kepada beliau,
‘Wahai Rasulallah saw, walaupun aku memiliki seribu tangan dan sejuta jari dan diberikan kepandaian dan keulungan untuk menghitung tetesan air hujan yang turun dari langit ke bumi, tapi aku memiliki kekurangan dan kelemahan.
Rasulallah saw pun bertanya,
Apa kekurangan dan kelemahan kamu?.
Malaikat itupun menjawab :
“KEKURANGAN DAN KELEMAHANKU, WAHAI RASULALLAH, JIKA UMATMU BERKUMPUL DI SATU TEMPAT, MEREKA MENYEBUT NAMAMU LALU BERSHALAWAT ATASMU, PADA SAAT ITU AKU TIDAK BISA MENGHITUNG BERAPA BANYAKNYA PAHALA YANG DIBERIKAN ALLAH KEPADA MEREKA ATAS SHALAWAT YANG MEREKA UCAPKAN ATAS DIRIMU” :
“Allahuma shalli a’la sayyidina Muhammadin wa a’la alihi wa shahbihi wa sallim". اللهم صلي على سيدنا محمد وعلى اله وصحبه وسلم
(Al-Mustadrak Syeikh An-Nuri, jilid 5: 355, hadis ke72)
Makna SANTRI
posting WA: 21/10/2016 by gus nashir
"Selamat hari santri nasional "
Santri bila ditulis arab menjadi سنتري mempunyai makna:
1.س : سالك الى الآخرة
" orang yg berjalan menuju akhirat, artinya semua aktifitasnya berorientasi ridho Allah dan kebahgiaan akhirat,
2. ن: نائب عن العلماء
" Mengganti para ulama' artinya Santri harus siap mengganti para ulama' yg sholih yg dicintai Allah.
3. ت: تائب من المعاصي
" Selalu bertaubat dari semua Ma'siat , dan memperbaiki diri.
4, ر: راغب في الخيرات
" Senang berbuat baik"
5.ي: يرجو رضاالله تعالى والسعادة في الدنيا والآخرة
" Selalu mengharap Ridla Allah Ta'ala dan kebahagiaan dunia dan Akhirat.
"Selamat hari santri nasional "
Santri bila ditulis arab menjadi سنتري mempunyai makna:
1.س : سالك الى الآخرة
" orang yg berjalan menuju akhirat, artinya semua aktifitasnya berorientasi ridho Allah dan kebahgiaan akhirat,
2. ن: نائب عن العلماء
" Mengganti para ulama' artinya Santri harus siap mengganti para ulama' yg sholih yg dicintai Allah.
3. ت: تائب من المعاصي
" Selalu bertaubat dari semua Ma'siat , dan memperbaiki diri.
4, ر: راغب في الخيرات
" Senang berbuat baik"
5.ي: يرجو رضاالله تعالى والسعادة في الدنيا والآخرة
" Selalu mengharap Ridla Allah Ta'ala dan kebahagiaan dunia dan Akhirat.
Sabtu, 15 Oktober 2016
Undangan Majelis dan Dawuh BIN AHMAD BIN JINDAN
posting WA: 16/10/2016 by gus nashir
Assalaamu'alaium.wr.wb
Agenda Asyuro LPS ISABA& MDL DAN UMUM:
. Ahad malam , 16 oktober 2016, rutinan MDL , di bandung musholla baiturrahim, 50 meter ke utara dari alfamart bandung,
BIN AHMAD BIN JINDAN berkata:
“ Majelis kita nyambung dengan orang2 besar, dengan para ulama2 yang mulia, Alhamdulillah.
Alhabib Umar selalu perhatian dengan majelis yang semacam ini ,
,Nggak mau majelis yg semacam ini sampai mundur, sampai padam,sampai longgar hubungannya dengan silsilah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam, nggak mau itu terjadi. Mau nyambung dengan sambungan yg terkuat, sambungan yg terbaik dan selalu demikian.
Mulai dari awal berdirinya ini majelis, saya ingat dulu AlHabib Umar datang, di masjid di Rawajati (Masjid Jami’ Attaubah) , pertama datang di masjid itu, nggak terlalu penuh belakang masih ada kosong, masyaAllah Alhabib Umar gembira.
Mengapa? Sebab ini mewakili majelis Jalsatun Itsnin yg sejak belasan tahun lalu didirikan oleh Alhabib Umar. terus berjalan hingga sejak saat itu hampir tiap tahun selalu dihadiri oleh alhabib Umar.
Sampai tahun2 belakangan dilaksanakan di Monas. Semakin Alhabib Umar gembira, gembira bukan dengan banyaknya orang, gembira bukan dengan kibaran bendera, gembira bukan dgn lambang2 , gembira bukan dengan bentuk pakaian atribut bukan itu yg menggembirakan. .itu silahkan
Tapi yg paling menggembirakan beliau adalah ketika kita istiqamah di jalannya Nabi Muhammad SAW. Ketika kita mengemban dakwahnya , ilmunya, ajaran Rasulullah SAW
Ketika kita tersambung dgn jalan yg lurus yg jelas apa jalurnya, yg nggak neko-neko, nggak macam2, terus nyambung sampai kepada Rasulullah SAW.
Sebab jaman sekarang awas.! Jangan sampai salah ngaji, jangan sampai salah guru, jangan sampai salah ustad, lihat-lihat darimana kita berguru, darimana kita menuntut ilmu.
Imamul Haddad banyak menyebutkan tentang sifat syeikh, sifat syukhuh, dan sifat ulama yg sebenarnya.. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan taufik kepada kita semua.
WAlhamdulillah dikatakan oleh beliau bahwasanya Seandainya para murid , orang2 yg punya iradah untuk kenal pada Allah kalau mereka punya kesungguhan, punya shidiq mereka bakal dapati guru mereka ada depan pintu mereka, kapan pun mereka bingung selalu ada solusinya di depan mata.
Tapi ketika kita mau sadar diri mau introspeksi diri semuanya ada. Tinggal kesungguhan kita doang yg kagak ada masyaikh ada, pendidik ada, kesungguhan kita yg nggak ada. Imamul Haddad 300 tahun yg lampau udah bilang,
Tapi mudah2an Allah swt memberikan luthuf dan kelembutannya kepada Ummat nabi Besar Muhammad SAW,
Dijadikan kita orang2 yang istiqomah menempuh jalan ilmu, menempuh sislilah yang mulia ini,
Jalan yg sanadnya kuat menyambung kepada Rasulullah SAW dengan para aulia para shalihin,,
Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin..
Mudah2an Allah ta’ala berikan kita Taufiq kpd kita sekalian, Allah Ta’ala berikan Ridha kepada kita sekalian dan Allah Ta’ala memandang kita dengan pandangan Rahmat-Nya Aamiin Ya
Rabbal ‘Aalamiin
Allahuma soli ala sayidina Muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim
Assalaamu'alaium.wr.wb
Agenda Asyuro LPS ISABA& MDL DAN UMUM:
. Ahad malam , 16 oktober 2016, rutinan MDL , di bandung musholla baiturrahim, 50 meter ke utara dari alfamart bandung,
BIN AHMAD BIN JINDAN berkata:
“ Majelis kita nyambung dengan orang2 besar, dengan para ulama2 yang mulia, Alhamdulillah.
Alhabib Umar selalu perhatian dengan majelis yang semacam ini ,
,Nggak mau majelis yg semacam ini sampai mundur, sampai padam,sampai longgar hubungannya dengan silsilah Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wasallam, nggak mau itu terjadi. Mau nyambung dengan sambungan yg terkuat, sambungan yg terbaik dan selalu demikian.
Mulai dari awal berdirinya ini majelis, saya ingat dulu AlHabib Umar datang, di masjid di Rawajati (Masjid Jami’ Attaubah) , pertama datang di masjid itu, nggak terlalu penuh belakang masih ada kosong, masyaAllah Alhabib Umar gembira.
Mengapa? Sebab ini mewakili majelis Jalsatun Itsnin yg sejak belasan tahun lalu didirikan oleh Alhabib Umar. terus berjalan hingga sejak saat itu hampir tiap tahun selalu dihadiri oleh alhabib Umar.
Sampai tahun2 belakangan dilaksanakan di Monas. Semakin Alhabib Umar gembira, gembira bukan dengan banyaknya orang, gembira bukan dengan kibaran bendera, gembira bukan dgn lambang2 , gembira bukan dengan bentuk pakaian atribut bukan itu yg menggembirakan. .itu silahkan
Tapi yg paling menggembirakan beliau adalah ketika kita istiqamah di jalannya Nabi Muhammad SAW. Ketika kita mengemban dakwahnya , ilmunya, ajaran Rasulullah SAW
Ketika kita tersambung dgn jalan yg lurus yg jelas apa jalurnya, yg nggak neko-neko, nggak macam2, terus nyambung sampai kepada Rasulullah SAW.
Sebab jaman sekarang awas.! Jangan sampai salah ngaji, jangan sampai salah guru, jangan sampai salah ustad, lihat-lihat darimana kita berguru, darimana kita menuntut ilmu.
Imamul Haddad banyak menyebutkan tentang sifat syeikh, sifat syukhuh, dan sifat ulama yg sebenarnya.. Mudah-mudahan Allah SWT memberikan taufik kepada kita semua.
WAlhamdulillah dikatakan oleh beliau bahwasanya Seandainya para murid , orang2 yg punya iradah untuk kenal pada Allah kalau mereka punya kesungguhan, punya shidiq mereka bakal dapati guru mereka ada depan pintu mereka, kapan pun mereka bingung selalu ada solusinya di depan mata.
Tapi ketika kita mau sadar diri mau introspeksi diri semuanya ada. Tinggal kesungguhan kita doang yg kagak ada masyaikh ada, pendidik ada, kesungguhan kita yg nggak ada. Imamul Haddad 300 tahun yg lampau udah bilang,
Tapi mudah2an Allah swt memberikan luthuf dan kelembutannya kepada Ummat nabi Besar Muhammad SAW,
Dijadikan kita orang2 yang istiqomah menempuh jalan ilmu, menempuh sislilah yang mulia ini,
Jalan yg sanadnya kuat menyambung kepada Rasulullah SAW dengan para aulia para shalihin,,
Aamiin ya Rabbal ‘Aalamiin..
Mudah2an Allah ta’ala berikan kita Taufiq kpd kita sekalian, Allah Ta’ala berikan Ridha kepada kita sekalian dan Allah Ta’ala memandang kita dengan pandangan Rahmat-Nya Aamiin Ya
Rabbal ‘Aalamiin
Allahuma soli ala sayidina Muhammad nabiyil umiy wa alihi wa shobihi wa salim
Salute NU
posting WA: 16/10/2016 by lukman
Salute NU
_ Umar Zain Assegaf _
Salute pada NU, meski engkau sering dibid'ah kan, di musyrikan, disebut penyembah kubur, engkau santai aja, karena faham benar mereka adalah saudara seiman
Salute pada NU, saat faham sebelah getol menyebut faham yang lain sebagai kafir, laknat dan bukan Islam, dan dengan faham radikal nya selalu megajak rusuh, engkau pun tidak terpengaruh, dan tetap bersikap elegan, toleran dan mampu tampil sebagai pengayom, karena mereka semua adalah saudara seiman
Salute pada NU, saat engkau didera perpecahan internal, hingga muncul NU label lain, engkau tetap dewasa dalam bersikap, sadar bahwa perbedaan itu adalah hal yang wajar, karena mereka masih saudara seiman
Salute pada NU, yang dengan tegas ikut mendukung gerakan umat Islam, saat ada orang yang dengan lancang melecehkan Al Qur'an, maka engkau katakan, "dia seharusnya diproses secara hukum", karena engkau tahu, Dia Bukan Saudara Seiman
Salute pada NU, yang selalu merujuk kepada Ulama-ulama, Kyai-Kyai Sepuh dan Habaib para Dzuriyah Nabi Muhammad SAW dalam setiap kebijakan nya, karena mereka semua adalah Ulama-ulama yang bersanad menyambung kepada Nabi Muhammad SAW, dan engkau faham benar bahwa Ulama adalah penerus Para Nabi, yang harus diikuti wejangan nya
Tapi, hati-hati NU, saat ini ada oknum-oknum yang ingin merubah rujukan engkau, dari kepada Ulama-ulama, Kyai-Kyai dan Para Habaib Dzuriyah Nabi Muhammad SAW, menjadi kepada orang-orang yang lidah nya licin, ahli retorika, selebriti medsos dan pesohor media
Tapi insyaAllah kami yakin, engkau wahai NU, akan selalu berjalan dijalur yang sudah digariskan oleh Para Pendiri nya, Orang-orang Sholeh, Para Ulama-ulama yang selalu mengutamakan Allah SWT, Rasulullah SAW dan Jihad di Jalan Allah, lebih dari apapun di Dunia ini, kami yakin engkau tidak akan bergeser dari rel itu, berkat doa-doa mereka, Para Pendahulu dan Kyai-Kyai, Ulama-ulama dan Habaib Para Dzuriyah Nabi Muhammad SAW
Solo, 15 Oktober 2016
Salute NU
_ Umar Zain Assegaf _
Salute pada NU, meski engkau sering dibid'ah kan, di musyrikan, disebut penyembah kubur, engkau santai aja, karena faham benar mereka adalah saudara seiman
Salute pada NU, saat faham sebelah getol menyebut faham yang lain sebagai kafir, laknat dan bukan Islam, dan dengan faham radikal nya selalu megajak rusuh, engkau pun tidak terpengaruh, dan tetap bersikap elegan, toleran dan mampu tampil sebagai pengayom, karena mereka semua adalah saudara seiman
Salute pada NU, saat engkau didera perpecahan internal, hingga muncul NU label lain, engkau tetap dewasa dalam bersikap, sadar bahwa perbedaan itu adalah hal yang wajar, karena mereka masih saudara seiman
Salute pada NU, yang dengan tegas ikut mendukung gerakan umat Islam, saat ada orang yang dengan lancang melecehkan Al Qur'an, maka engkau katakan, "dia seharusnya diproses secara hukum", karena engkau tahu, Dia Bukan Saudara Seiman
Salute pada NU, yang selalu merujuk kepada Ulama-ulama, Kyai-Kyai Sepuh dan Habaib para Dzuriyah Nabi Muhammad SAW dalam setiap kebijakan nya, karena mereka semua adalah Ulama-ulama yang bersanad menyambung kepada Nabi Muhammad SAW, dan engkau faham benar bahwa Ulama adalah penerus Para Nabi, yang harus diikuti wejangan nya
Tapi, hati-hati NU, saat ini ada oknum-oknum yang ingin merubah rujukan engkau, dari kepada Ulama-ulama, Kyai-Kyai dan Para Habaib Dzuriyah Nabi Muhammad SAW, menjadi kepada orang-orang yang lidah nya licin, ahli retorika, selebriti medsos dan pesohor media
Tapi insyaAllah kami yakin, engkau wahai NU, akan selalu berjalan dijalur yang sudah digariskan oleh Para Pendiri nya, Orang-orang Sholeh, Para Ulama-ulama yang selalu mengutamakan Allah SWT, Rasulullah SAW dan Jihad di Jalan Allah, lebih dari apapun di Dunia ini, kami yakin engkau tidak akan bergeser dari rel itu, berkat doa-doa mereka, Para Pendahulu dan Kyai-Kyai, Ulama-ulama dan Habaib Para Dzuriyah Nabi Muhammad SAW
Solo, 15 Oktober 2016
Langganan:
Komentar (Atom)